Monday, August 1, 2011

Ngomong-ngomong tentang Kanji... (Part 1)


Nah, ngomong-ngomong tentang karakter Kanji... saya terobsesi dengan karakter-karakter itu. Dulu, (pas masih nggak kepikiran bakal sekolah di Jepang), saya sudah tertarik. Gara-garanya sederhana. Beberapa karakter itu ternyata mewakili gambar. Misalnya karakter "gunung" (山) yang dibaca "yama", karakter itu sebenernya adalah gambar gunung yang disederhanakan (3 buah gunung, lalu dari puncaknya ditarik garis vertikal), karakter "pohon" (木) dibaca "ki", juga adalah gambar pohon... Garis horisontal mewakili tanah, di bawah tanah ada akarnya - dan tentu batang pohon muncul di atas tanah. Karakter "manusia" (人) dibuat simple, tubuh dan dua kaki.

Nah, yang lebih menarik lagi, ketika dua karakter kanji disatukan untuk membentuk karakter baru. Misalnya karakter "manusia" (人) + "pohon" (木) = 休. Kira-kira ngapain kalo manusia deket2 dengan pohon? Kalo karakter ini ditulis di Indonesia, mungkin artinya adalah pipis (karena di Indonesia, orang yang deket pohon identik karena mau pipis). Kalo di India, mungkin artinya adalah menari (karena di India, orang nari2 di belakang pohon). Tapi di China, artinya adalah "istirahat" (yasumi). Di duduk di bawah pohon untuk istirahat. Make sense!

Karakter "sungai" (川) - dibaca "kawa" juga mirip dengan gambar sungai yang keliatan arusnya (diwakili dengan 3 buah vertikal). Ketika karakter sungai itu "diikat" jadi sehingga jadi karakter "水", kira-kira apa artinya? Let's think. Sungai terdiri dari air. Kalo sungai-nya di-kompres (squeezed), ditekan apa yang tersisa? Air! Yup, karakter sungai yang diikat tengahnya (水 - dibaca "mizu") adalah karakter air. Brilian!

Karakter "matahari" (yang juga berarti "hari") "日" - dibaca "hi" juga merupakan gambar matahari. Cuman stroke (ato radikal) berbentuk lingkaran nggak dikenal, jadilah matahari digambar dalam bentuk kotak. Tapi, tunggu... karakter kotak polos (口) sudah lebih dulu dipakai untuk karakter "mulut". Untuk membedakan, karakter matahari diberikan garis horisontal di tengah. (Jangan tanya saya kenapa kok nggak garis vertikal aja... Saya dulu nggak ikut pas mereka rapat untuk bikin kesepakatannya).

Karakter matahari (日) di belakang pohon (木) jadi karakter (東) juga mewakili arti tertentu. Ngapain coba matahari ada di belakang pohon? Tebak, di arah manakah matahari ketika baru muncul (sehingga cuman kelihatan di belakang pohon?). Arah timur. Makanya karakter matahari yang keliatan di belakang pohon (東) adalah karakter untuk arah mata angin Timur (dibaca "higashi").

Cerita bagaimana karakter "kuil" (寺 - dibaca "tera") dibentuk juga make sense. Karakter itu terdiri dari dua karakter pembentuk yaitu karakter tanah/bumi (土 - dibaca tsuchi yang mewakili dari tanah, muncul tanaman) dan karakter ukuran ("寸" - dibaca "sun" mewakili gambar tangan yang sedang mengukur). Ceritanya, jaman dulu, satu-satunya organisasi di China yang paling berhak menentukan ukuran/hukum adalah... well, you know, kuil. Jadilah karakter "寺" berarti kuil. Ketika karakter matahari (日) ditambahkan di sebelah kuil (寺) menjadi karakter "時", maka artinya adalah waktu (dibaca "toki"). Faktanya, di kuil-lah waktu ditentukan (dengan cara memukul lonceng kuil). Nah, make sense kan?

Bagaimana kalau karakter "sapi" (牛 - dibaca "gyuu") diletakkan di dekat kuil (jadi karakter 特)? Pasti itu adalah sapi yang spesial. Yup! Arti karakter "特" (dibaca "toku") adalah spesial. Kalau karakter tangan "手" diletakkan di sebelah kuil ("寺") menjadi jadi karakter "持"? Artinya jadi "memiliki" - di jaman itu, kuil-lah yang berhak memiliki barang-barang persembahan dari rakyat... Make sense.

Ada sekitar 300 karakter yang artinya dapat dinalar dengan cara ini. Tapi tahu artinya baru separuh dari perjuangan belajar Kanji. Cara baca dan gabungan karakter-karakter yang membentuk arti baru nggak bisa diabaikan. Ada ribuan karakter yang nggak ada ceritanya... Mnemonic merupakan salah satu cara untuk menghafal karakter kanji. Misalnya karakter "横" (yang artinya "sebelah/sisi horisontal"). Karena ada dua karakter utama pembentuknya, yaitu karakter pohon ("木") dan kuning ("黄"), maka mnemonic yang bisa dibentuk adalah, "di sebelah pohon itu banyak daun-daun kering yang berwarna kuning berjatuhan". Jadi setiap kali muncul karakter "横" (dibaca "yoko"), asosiasi yang muncul adalah "pohon", "kuning" ... jadi "daun-daun warna kuning pada berjatuhan di sebelah pohon" - aha! artinya adalah "sebelah"!

Lama kelamaan, ketika karakter ini sering muncul, mnemonic (atau jembatan pengingat) nggak lagi diperlukan. Secara otomatis karakter "横" akan berasosiasi dengan arti "sebelah" atau "sisi horisontal".

Very Interesting! Itu sebabnya saya terobsesi untuk menghafalkan 2000 joyo kanji (karakter yang paling sering digunakan)... T.e.r.o.b.s.e.s.i. Sekarang, approaching 700... :)

[bersambung]

Note:
  • karena sekarang saya tinggal di Jepang, maka semua cara pembacaan di atas adalah cara pembacaan kanji di Jepang, bukan cara baca Hanzi di China.
  • Gambar diambil dari http://www.nymphusa.com/kanji-imagesdf1j/samurai.jpg. Gambar orang yang menjaga kuil... Artinya adalah seorang samurai (warrior).

2 comments:

  1. Pak Win...Pak Win mbok jadi guru les saya bahasa Jepang. Saya bener2 nol puthul Pak. Pas meeting di lab ga tau apa2. Ujung2nya barusan baru saya tau kalo giliran saya presentasi (yg harusnya besok) ternyata diundur sampe bulan depan. Dan saya ga tau. Dan ga ada yang ngasih tau saya. T__T

    ReplyDelete
  2. Ya gitu deh bu... tipikal orang Jepang kayaknya kita yang harus pro-aktif nanya2 what's going on. Kata temen saya, kalo kita bisa survive di sini, tinggal di negara manapun akan jauh lebih gampang...

    ReplyDelete