Wednesday, December 22, 2010

Tagihan Air

Jadi, kemaren tiba2 ada surat di kotak pos saya. Seperti biasa, ditulis dengan rapi dalam bahasa Kanji. Tidak ada petunjuk itu surat apa. Yang bisa saya baca, tentunya adalah angka. Ada angka 1.257 dan diikuti simbol untuk mata uang yen.

Angka tersebut punya dua kemungkinan, (1) Saya dapat uang 1.257 yen. (2) Saya disuruh bayar 1.257 yen. Tentu kemungkinan ke-1 lebih menyenangkan ketimbang kemungkinan ke-2. Tapi mengingat saya nggak pernah pasang lotere dalam bentuk apapun, saya mengeliminasi kemungkinan pertama. Jadi tinggal kemungkinan ke-2, yaitu saya harus bayar 1.257 yen. Pertanyaan berikutnya adalah, kenapa.

Pertanyaan itu tidak mudah dijawab jika tidak ada petunjuk angka "5m (kubik)" yang muncul di dekat 1.257 yen. Jadi saya menyimpulkan itu adalah tagihan untuk sesuatu yang saya pakai sebanyak 5m (kubik). Jelas itu bukan tagihan listrik, karena saya nggak pernah pakai listrik dengan menggunakan satuan meter kubik. Saya menggunakan listrik dalam satuan kilo watt hour (KWh).

Saya mulai menganalisa. Seingat saya, zat yang bisa diukur dalam satuan meter kubik (di mana saya gunakan/konsumsi setiap hari) adalah (1) Air untuk masak/mandi (2) Gas untuk masak dan menghangatkan air (3) Udara yang saya hirup. Sepanjang pengetahuan saya, masih belom ada undang2 yang mewajibkan harus bayar 1.257 yen untuk menghirup udara sebanyak 5 meter kubik. Jadi kemungkinannya itu adalah tagihan untuk Air atau Gas, yang mana keduanya sudah saya bayar. Jadi ini tagihan apa?

Ternyata (setelah bertanya ke teman Lab yang sudah 20-an tahun lebih hidup sebagai warga negara Jepang), dia jawab:
"Oh, itu tagihan air..."
"Tagihan air? Tapi saya udah bayar tagihan air bulan ini."
"Iya... Yang dibayar baru air yang dipake..."
"Hah? Lalu saya mesti bayar air yang nggak saya pake?"
"Bukan gitu... Air yang dipake bayar. Air yang DIBUANG setelah kamu pake juga mesti dibayar."

Greaaattt...!! Welcome to Japan, di mana setiap tetes air yang kamu buang harus bayar. Berdasarkan fakta tersebut, let me propose some tips to reduce your water bill when you're living in Japan:
  • Mandilah di bak mandi dan jangan buang airnya. Bekas air itu bisa dipake untuk mandi keesokan harinya.
  • Kalo pipis, tampung dulu di bak. Kalo bak-nya sudah penuh, gunakan untuk menyiram tanaman di kebun - dan jangan dibuang melalui pembuangan air.
  • Kalo pas buang air besar, jangan buru2 disiram. Pastikan sudah nggak ada lagi yang keluar, barulah disiram. Jadi disiram sekali.


5 comments:

  1. Wuah, keren.. membuang air aja sampai bayar. Berarti bikin saluran airnya tuh yang mahal.

    ReplyDelete
  2. ngakak bacae... wkwkwkwkw... bnar2 kejam hidup di negri matahari terbit..

    ReplyDelete
  3. @Haqqi & Chris: mungkin kalo orang Jepang ke Indo juga akan mikir, "greaat! welcome to Indonesia, di mana buang air kecil di WC umum pun harus bayar". (Di sini semua WC umum gratis... tis...) :)

    ReplyDelete
  4. haha unik nih pak..
    dengan cara kayak gini ini nih bagus dan efektif biar penduduknya ga boros ama air sekaligus menghimpun dana buat ngrawat saluran air :D

    ReplyDelete
  5. wow... beberapa hal yang perlu dicontoh di indo. entah bisa atau gak tapi good things to do

    ReplyDelete