Postingan

Conference di Orlando, Florida (Part 1)

Gambar
Ikut international conference lagi. Nama conference-nya SPIE Medical Imaging yang diadakan di Orlando, Florida. Saya berangkat dari Tokyo Senin, 23 Februari menggunakan United Airlines - dan tiba di hari yang sama. Dapet tiket-nya cukup murah, $1.200 sekian PP dan sudah termasuk paket hotel 4 malam. Mungkin United Airlines termasuk salah satu LCC di Amerika, entahlah. Seperti biasa semua biaya selama saya di Orlando ditanggung oleh Lab. Kali ini conference-nya agak berbeda karena sensei tidak ikut dan dari lab, saya satu-satunya yang berangkat. Jadwal presentasi masih di hari Rabu sore sehingga saya punya banyak sekali waktu luang. Karena sensei nggak ikut, saya jadi agak lebih bebas mengatur jadwal jalan2. Hari Senin malam tiba di bandara international Orlando, lalu ke hotel naik taksi (karena nyari2 bus stop nggak ketemu). Hari Selasa pagi jadwalnya cuman masang poster aja, setelah itu free. Mau ikut sesi, agak-agak gak minat karena Venue conference-nya adalah pusat jalan2 d...

[Family trip] End Year Trip: Hakone

Gambar
Akhir tahun 2014 kemarin, kami memutuskan untuk family trip. Pertama kalinya kami family trip full-team, saya, istri dan kedua anak. Kami pergi ke Hakone, salah satu tempat wisata yang katanya punya pemandangan alam yang indah. Hakone berjarak 2 jam naik kereta dari Shinjuku (Tokyo). Ada dua jenis kereta yang bisa dipilih,  kereta biasa atau kereta khusus yang disebut Romance Car. Kereta Romance Car lebih nyaman dibandingkan kereta biasa. Kursinya dan interior-nya didesain seperti layaknya kursi dan interior di pesawat, dilengkapi dengan toilet serta makanan yang bisa dibeli di dalam kereta.   Pemerintah daerah Hakone paham betul bahwa daerahnya memiliki potensi wisata yang akan mengundang banyak wisatawan dalam dan luar negeri. Karena itu infrastrukturnya benar-benar diperhatikan. Di Shinjuku, sebagai salah satu pintu gerbang akses menuju Hakone, disediakan FREEPASS atau tiket terusan seharga ¥5.040 yang bebas digunakan untuk naik kereta dan bus ke manapun di daer...

Minggu 19: Tamat (untuk sementara)

Loh, kok tamat? Ada situasi yang tidak terduga berkaitan dengan progress thesis. Thesis udah selesai ditulis, dibuat 3 kopi dan diserahkan ke para calon penguji. Kemarin pagi, sensei menemui saya. Lalu mengatakan, "This is bad news..." Menurut beliau, publikasi saya yang pertama tidak bisa dihitung sebagai publikasi karena di-publish bulan Maret 2012, sementara saya masuk sebagai mahasiswa doktor April 2012. Jadi publikasi yang bisa dihitung hanya 1 - dan 1 publikasi artinya tidak memenuhi syarat untuk thesis defense. Kesimpulannya saya belum bisa wisuda semester ini - kecuali ada mujizat. Sebenarnya ada 2 manuscript yang masih under review. Kalau ada keputusan dalam minggu ini bahwa manuscript tersebut bisa publish, ada kemungkinan saya bisa mengajukan thesis defense dan lulus semester ini. Tapi kalau memang tidak bisa ya sudahlah. Opsinya ada 2. Yang pertama saya memperpanjang 1-2 semester lagi di sini (yang artinya harus menunda kepulangan ke negara tercinta), y...

Minggu 20: Long Weekend

Hari Jumat, tanggal 31 Oktober kemaren mestinya draft thesis sudah harus selesai dan diserahkan ke sensei. Tapi karena sensei bilang minggu depan jg gak papa, jadinya baru saya serahkan hari ini (tanggal 4 Nov). Ternyata nggak enak nulis thesis sambil diburu-buru waktu - nggak bisa menikmati. Mestinya memang harus di-planning waktunya biar gak terlalu mepet kayak kemaren. Anyway, hari Senin kemarin (tgl 3 Nov) hari libur nasional di Jepang. Jadinya long-weekend... Sabtu, minggu dan senin bisa santai. Tiga hari itu saya juga (berusaha) santai walopun thesis-nya masih belum 100% selesai. Ada istri dan anak yang lebih berhak mendapatkan waktu libur saya ketimbang thesis. Hari ini saya bangun jam 3.30 pagi - dan mulai menyelesaikan thesis. Setelah nge-print thesis dan diserahkan ke sensei, rasanya udah ada lompatan besar menuju kelulusan. Tahap berikut yang harus disiapkan adalah pra-sidang yang sudah dijadwal tanggal 19 Nov ini... Pengujinya ada 3 profesor... Entah pra-sidang itu se...

Minggu 22: Diburu tenggat waktu

Hitungan mundur minggu ke-22 menjelang wisuda. Preliminary thesis review akan dilangsungkan akhir bulan ini. Saya harus menyerahkan draft thesis-nya ke sensei pembimbing sebelum 31 Oktober. Sebenarnya nggak perlu diburu-buru tenggat waktu karena saya punya banyak waktu untuk menyelesaikannya. Tapi minggu lalu saya "sengaja" bersantai. Saya biarkan sampe waktunya mepet sehingga saya terpaksa menulis. Apa efektif? Nggak tau juga. Saya ngikuti feeling saya aja... Yang mana yang saya rasakan nyaman untuk saya, saya lakukan. Syarat untuk boleh mengajukan preliminary review adalah telah memiliki 2 publikasi internasional. Publikasi jurnal, bukan prosiding ato conference. Kalo prosiding mah, mungkin ada lebih dari 10. Saat ini publikasi jurnal saya udah 2... yang pertama saya submit di jurnal Telkomnika, salah satu jurnal terakreditasi Indonesia (yang untungnya sama sensei itu diitung sebagai publikasi). Yang kedua di Jurnal "Computational and Mathematical Methods in Medi...

Minggu 24: (Mulai) Menulis Tesis

Saya hitung mundur. Kurang 24 minggu lagi jadwal wisuda. Minggu ini saya mulai menulis tesis. Saya pernah menulis tesis untuk S2, yang menurut saya, masih kurang lebih seperti menulis skripsi S1. Hanya bahasa dan struktur penulisannya lebih baik. Tesis yang saya tulis waktu di S2 masih bekutat pada coding - yang seharusnya nggak perlu. Tesis untuk S3 benar-benar lompatan besar dibandingkan dengan S2. Lompatan besar karena Tesis harus difokuskan pada keterbaruan konsep yang telah ditemukan selama melakukan penelitian, hasil apa yang telah diperoleh - dan seberapa besar dampak yang diberikan terhadap kemajuan ilmu pengetahun di bidang yang telah diteliti. Latar belakang harus jelas - bukan diada-adakan. Metode meneliti juga harus detail, sehingga ketika ada peneliti lain yang melakukan metode yang sama, hasil yang didapat tetap sama. Artikel yang telah dipublikasikan di jurnal akan menjadi bagian dari Tesis. Seharusnya saya senang karena bagi saya menulis Tesis tidaklah sesulit m...

HOROR!

Gambar
Tempat kerja itu sejatinya harus membuat siapapun yang di dalamnya merasa nyaman. Perlakuan tertentu di tempat kerja bisa jadi membuat orang lain merasa nyaman, tapi tidak bisa disamaratakan. Dengan perlakuan yang sama, pegawai A bisa nyaman, tapi bisa menjadi sesuatu yang horor bagi pegawai B.  Kalau perlakuan ini hanya semacam preferensi (bukan sesuatu yang esensial), ada baiknya tidak disamaratakan. Dibuat opsional - yang suka ya monggo, yang nggak suka, ya gak usah dipaksa suka. Toh karena ini preferensi (bukan aturan ketat yang harus dijalankan), kalau tidak dijalankan juga nggak akan membuat perusahaan bangkrut. Ini salah satu contohnya, yang merupakan kejadian HOROR buat saya. Ucapan selamat ulang tahun yang disebarkan ke se-jagad raya!! ... dan saya tidak bisa melakukan apa-apa untuk mencegah penyebarannya! Buat saya, hari ulang tahun itu privasi. Semua ucapan selamat yang baik akan saya aminkan dan it'll be great if you do it in PRIVATE, not pub...