Friday, November 5, 2010

Indonesia dan Human Development Index

Baru-baru ini, PBB mengeluarkan laporan tentang Human Development Index (HDI) dari negara-negara di dunia. Indeks ini menunjukkan bagaimana kualitas hidup manusia di sebuah negara yang diindikasikan dari: (1) Rata-rata harapan hidup (life expentancy), (2) rata-rata lama menempuh pendidikan (years of schooling), dan (3) rata-rata pendapatan per kapita (Gross National Income per capita).

Indeks ini memiliki skala 0 sampai 1. Indeks yang mendekati 0 berarti rakyat di negara tersebut memiliki rata-rata harapan hidup yang jelek (misalnya banyak yang meninggal di usia 40-50 tahun), rakyatnya tidak memiliki pendidikan yang baik (hanya lulus sekolah dasar) dan pendapatan perkapitanya rendah (kurang dari 1.5jt per bulan). Sementara indeks yang mendekati 1 berarti rata-rata harapan hidup rakyat di negara tersebut tinggi (misal rakyatnya rata2 meninggal di usia 80 tahun), rakyatnya memiliki pendidikan yang baik (rata2 lulus perguruan tinggi S1), dan pendapatannya tinggi (income rata2 per bulan rakyatnya 40jt).

HDI tertinggi dari seluruh negara, bernilai 0.938 yang dimiliki oleh Norwegia. PBB mencatat bahwa rata-rata harapan hidup di Norwegia adalah 81 tahun, rata-rata pendidikan rakyatnya adalah 12.6 tahun studi (setara dengan lulusan SMA) dan pendapatan per kapita rakyatnya adalah Rp. 44jt per bulan (US $ 58,810/tahun). Peringkat ke-2 adalah negara Australia yang rata-rata harapan hidup rakyat sedikit lebih lama dari Norwegia, yaitu 81.9 tahun, namun pendapatan perkapitanya (lebih rendah dari Norwegia) "hanya" Rp. 29jt per bulan. Sementara penduduknya lebih berpendidikan karena rata-rata menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi. Peringkat ke-3 adalah Selandia Baru diikuti oleh Amerika Serikat dan Irlandia.

Tidak ada negara Asia yang berada di 10 besar HDI tertinggi. Jepang berada di peringkat ke-11 dengan mencatatkan rata-rata harapan hidup tertinggi di dunia, yaitu 83.2 tahun dengan pendapatan per kapita Rp. 26jt / bulan.

Bagaimana dengan Indonesia? (apapun faktanya, saya tetap cinta Indonesia). Indonesia berada di peringkat 108 dan masuk dalam kategori medium human development. Peringkat ini masih kalah dengan negara-negara Amerika latin (produsen aktif Miss Universe) seperti Mexico, Peru, Brazil, Venezuela, Chili dan Panama. Juga masih di bawah negara Asia Tenggara lainnya seperti Malaysia (peringkat 57), Thailand (peringkat 92), atau Filipina (peringkat 97).

Indeks untuk Indonesia adalah 0.6, dengan harapan hidup 71.5 tahun, rata-rata pendidikan rakyatnya 5.7 tahun (lulus SD) dan pendapatan per kapita rakyat Indonesia (yang saya agak surprise) adalah Rp. 3jt/bulan (US $3,957/tahun) - angka ini lebih besar dari yang saya perkirakan. Sepertinya Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat dalam 3 tahun terakhir.

Dari fakta itu, jika seorang pegawai di suatu organisasi digaji Rp. 2jt/bulan, artinya gaji dia berada di bawah rata-rata pendapatan per kapita rakyat Indonesia. Seandainya dia digaji Rp. 3jt/bulan (which I'm quite sure that amount is considered as "big-salary" especially in my hometown - mau nulis "my ..." tapi nggak tega - kalau ada "kolega" yang mau neruskan boleh diteruskan di dalam hati) maka pendapatannya masih berada di level rata2, Human Development Index-nya masih dalam level medium...

A simple suggestion will be: tetaplah bekerja dan cintailah pekerjaan yang saat ini dijalani JIKA dan HANYA JIKA gaji/pendapatan per bulan bisa lebih dari rata-rata pendapatan perkapita. Tapi jika gaji per bulan kurang dari pendapatan per kapita, dan tidak ada harapan/tidak ada celah (atau sistem karir yang nggak feasible) untuk bisa melampaui pendapatan perkapita, there's no reason you stay any longer in that place. Why should you? You simply make donation for those who are paid big-buck in that organization. Hukum pareto 20%-80%, di mana 80% total gaji jatuh hanya kepada 20% pegawai sementara 80% pegawai yang lain berebut 20% total gaji sisanya, semestinya tidak perlu terjadi.

Mari kita bersama-sama meningkatkan HDI Indonesia, sebuah negara yang diberkati dengan sumber daya alam melimpah... Suatu ketika, orang2 akan mengatakan, "Ya nggak heran kalo HDI-nya Indonesia mendekati 1, lha wong sumber daya alamnya melimpah ruah kayak gitu..."



No comments:

Post a Comment