Postingan

[Exploit Internet] Publish apps di App Store

Gambar
Setelah beberapa bulan bermain-main dengan publish Android app di Google Play, kemarin saya coba untuk publish aplikasi yang katanya lebih elit, yaitu iOS app di Apple store. Publish aplikasinya ternyata ribet banget. Pain in the ass, kalo kata orang sana. Untuk app store saya udah punya akun developer-nya. Bulan lalu daftar. Lumayan mahal, $99 per tahun - dibandingkan dengan akun developer di Google Play yang "cuma" $25 per tahun. Aplikasi untuk iOS dibuat menggunakan Xcode yang cuman bisa running di komputer Mac. Nggak bisa running di Windows dan nggak ada emulator yang bisa njalankan Xcode di Windows. Mau nggak mau, untuk jadi developer aplikasi iOS, memang mutlak harus punya komputer Mac. Jadi ceritanya, kemarin aplikasinya udah tested di simulator. Running smooth. Lalu saatnya publish di app store. Untuk publish di app store, ada beberapa keruwetan yang harus dibereskan. Ruwet karena memang saya belum paham benar prosedur untuk publish app di App Store. Keruw...

Kunjungan singkat di Indonesia

Dua minggu lalu, saya berkunjung ke Indonesia. Singkat. Hari Kamis (10 Okt) tiba siang hari di Juanda, dan hari Minggu pagi (13 Okt) dijemput travel dari rumah menuju Juanda. Kunjungan ini mendadak. Direncanakan 2 minggu sebelum hari keberangkatan. Nggak ada bagasi, nggak ada barang bawaan, dan bawa oleh2 juga secukupnya. Saya bahkan nggak bawa baju ganti. Mohon maaf untuk rekan-rekan yang nggak sempat saya kunjungi ato nggak kebagian oleh2. Ketika tiba di Juanda, saya merasakan benar beda bandara internasional Haneda dan bandara internasional Juanda - atau tepatnya merasakan perbedaan karakter orang-orangnya. Untuk keluar dari gate di Juanda, saya (istri dan anak) harus bersabar dengan orang-orang yang dengan perasaan tanpa dosa menerombol antrian yang panjang. Saya merasakan harga barang jauh lebih mahal ketimbang saat 3 tahun lalu saya meninggalkan Indonesia. Mungkin yang tinggal di Indonesia nggak terlalu merasakan kenaikan yang signifikan (karena naiknya dikit-dikit). Harg...

BBM yang heboh

BBM for Android dan iOS bener2 heboh. Yang punya Android ato iPhone segera buru2 download aplikasinya, biar bisa selalu terhubung (katanya)... padahal slogan BBM yang paling pas menurut saya "mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat"... Saya sendiri di Jepang bukan pengguna smartphone. Seriously. Hape saya (dan hape istri) di Jepang adalah hape flip yang (cuma) bisa dipake untuk telepon dan sms. Belum ganti sejak pertama kami tiba di Jepang 3 tahun yang lalu. Kemungkinan, saya satu di antara sedikit mahasiswa (atau jangan2 satu2nya) yang masih menggunakan teknologi SMS untuk berkirim pesan (dengan panjang pesan maksimum 160 karakter). Seorang rekan lab pernah komplain ke saya kenapa dia selalu nggak pernah berhasil kalo mengirim pesan yang panjang ke nomor saya... Ya, karena hape saya cmn bisa nerima pesan dalam bentuk SMS. Jadi kalo mau kirim pesan ke saya ya jangan panjang2. Ada waktu2 ketika hape saya ketinggalan di rumah. Dan saya juga terlalu malas untuk pul...

Happy Bday, Hide-kun (one year journey)

Jadi, dari ribuan tahun peradaban manusia, kemungkinan dari sinilah asal muasal ucapan selamat ulang tahun... Dari sekian ratus juta sel sperma, ia satu-satunya yang berhasil menembus sel telur lalu membuahinya. Reaksi kimia yang kompleks terjadi, membentuk serangkaian DNA yang belum pernah ada sepanjang sejarah manusia - dan tidak akan pernah ada lagi. Seorang pribadi sedang dibentuk di rahim seorang ibu. Dari rahim itu pula, supply makanan diberikan lewat plasenta - selama 9 bulan... tidak satupun teknologi kedokteran buatan manusia yang dapat memberikan life support untuk nyawa manusia secanggih sistem di rahim seorang ibu yang memberikan life support untuk anaknya. Terlahir dan mulai menghirup udara. Merasakan suhu yang berubah-ubah. Mendengar suara. Melihat objek di sekelilingnya. Makanan mulai masuk lewat mulut dan mengalami metabolisme. Satu bulan dilewati. Dua bulan, tiga bulan... Hingga satu tahun. Setelah satu tahun ada di dunia ini - dengan sehat, tentu itu sesuatu y...

Kangen kelas

Untuk pertama kalinya sejak saya studi di Jepang 3 tahun lalu, saya ingin segera menyelesaikan studi. Selama ini, saya menikmati bisa studi di Jepang. Menikmati segala fasilitas lab yang serba terbaru, internet yang super cepat 24 jam sehari 7 hari seminggu, bisa mengikuti conference lokal dan internasional dengan segala akumodasi ditanggung lab, menikmati lingkungan di Jepang yang serba bersih, tertib, teratur, transportasi yang nyaman, orang-orang yang sopan... This is just awesome!  Tapi Indonesian will always be an Indonesian. I might call Japan as my second home, tapi tanah airku tetap Indonesia (dan Dangdut is the music of my country).  Saya kangen Indonesia.  Kangen dengan suasana kelas.  Kangen jadi dosen (lagi). Kangen mengajar. Kangen bikin soal yang unik untuk kuis.  Kangen ngasi tantangan untuk anak-anak. Kangen jadi mentor untuk anak-anak saya.

Tentang MLM Talk Fusion

Iya, kali ini nggak pake sensor atau wildcard untuk menutupi nama MLM-nya. Beberapa bulan lalu, saya ditawari MLM yang bernama Talk Fusion oleh rekan mahasiswa. Beberapa bulan berikutnya, rekan di Indonesia juga menawari produk ini - dengan message saya di FB. Saya waktu itu hanya membalas bahwa saya tidak punya cukup waktu untuk menjalankan MLM. Rekan tersebut lalu secara gencar mengirim email (spam) ke inbox saya yang menjelaskan tentang sistem dan produk MLM Talk Fusion - yang akhirnya email beliau saya filter sebagai spam. Ada kemungkinan, posisi saya yang di Jepang dipandang sebagai hal yang menguntungkan untuk membuka lahan baru memasarkan MLM. Pasar Jepang pasti besaaarrr... (begitu mungkin yang dipikirkan oleh pemrospek MLM terhadap saya). Hampir tiga tahun di Jepang, TIDAK sekalipun saya mendengar tentang bisnis MLM - dan juga tidak pernah ada yang menawari (kecuali rekan dari Indonesia). Dugaan saya, bisnis MLM hanya bisa berkembang dengan pesat di negara yang penduduknya...

Tahun ke-3 kuliah di Jepang

Tahun ke-3 di Jepang. Belum sekalipun saya kembali ke Indonesia - dan tidak berencana kembali dalam waktu dekat. Rasanya kurang nyaman berlibur ke Indonesia dalam kondisi "belum-pasti-kapan-lulus". Jadi saya nggak nyalahkan Bang Thoyib yang kondisinya sama seperti saya, 3 puasa dan 3 lebaran belum pulang. Bisa jadi Bang Thoyib belum mau pulang juga karena beliau tidak pasti kapan lulus... Tiap periode punya tantangan tersendiri. Di akhir tahun ke-3 ini tantangan yang sudah diperkirakan sejak sebelum keberangkatan akhirnya terjadi. Beasiswa dari DIKTI berakhir sementara studi belum selesai. Ada beberapa alternatif yang bisa dijadikan solusi. Pertama memohon perpanjangan beasiswa dari DIKTI. Kedua mencoba apply beasiswa di universitas/yayasan swasta Jepang. Ketiga mengajukan beasiswa dari institusi asal. Keempat membiayai studi dengan uang pribadi. Alternatif kelima adalah lain-lain (yang belum terpikirkan saat ini). Alternatif pertama gagal. DIKTI tidak menyetujui perm...