Senin, 18 Oktober 2010

Beda Pria dan Wanita

Setelah beberapa minggu menikah, saya jadi (lebih) tahu beda pria dan wanita (yang simply nggak akan pernah saya mengerti seandainya saya nggak menikah).

case #1:
Wanita: "Yang... Kamu beli baju baru ya."
Pria: "Loh...? Kenapa harus beli lagi? Kan masih punya banyak baju di lemari... "
Wanita: "Yaah... Kita perlu punya banyak baju, agar bisa ganti-ganti dan nggak pake baju yang itu-itu terus..."
Pria: "Banyak-banyak baju buat apa? Kan sekali pake cuman SATU rangkap? Lagian semakin sedikit baju, maka efisiensi masing-masing baju akan semakin tinggi. Artinya masing-masing baju akan benar-benar optimal sebelum habis masa pakainya. Kalo bajunya banyak, maka akan ada baju2 yang terlalu lama idle di lemari pakaian karena nggak terpake sehingga efisiensinya berkurang..."
Wanita: ... [ speechless ] ...

case #2:
Wanita: "Yang... kamu kok nggak pernah nelepon aku kalo lagi kerja?"
Pria: "Lah, untuk apa?"
Wanita: "Yaaaa... telepon aja kan nggak ada salahnya?"
Pria: "Kalo nggak ada perlu kenapa harus telepon? Bukannya telepon itu pake prinsip, 'bicara seperlunya?'"
Wanita: ... [*ngomel*] ...

case #3:
Pria: "Yang, kamu kalo kemana-mana kok mesti bawa tas buat apa?"
Wanita: "Ya, aneh aja kalo nggak bawa tas..."
Pria: "Aku nggak bawa tas nggak ngerasa aneh..."
Wanita: "Ya, pria lain... Kalo wanita harus bawa tas..."
Pria: "Terus tas-nya diisi apa?"
Wanita: "Ya... diisi Hape, dompet... makeup kalo perlu..."
Pria: "Jadi kalo Hape dan dompetnya aku yang bawa, kamu nggak bawa tas nggak papa?"
Wanita: "Nggak bisa, harus bawa tas pokoknya..."
Pria: ... [speechless]...

case #4:
Wanita: "Yang, hari ini bawa bekal nasi dan telor ceplok ya..."
Pria: "Iya..."
Wanita: "Telor ceploknya dikasi saos pedes ya..." [*sambil mengoleskan saos pedes ke telor ceplok*]
Pria: "Iya..." [*mengamati proses pengolesan saos pedes ke telor ceplok*] "... loh, kok saosnya dibuat kayak mata2an gitu?" [*setelah melihat telor ceplok dihias dengan digambar mata dan mulut yang lagi ketawa*]
Wanita: "Iya... Biar lucu."
Pria: "Emang rasa telornya jadi lebih enak beda kalo modelnya lucu gitu...??"
Wanita: "Ya... Nggak sih... tapi kan lucu, telornya jadi kayak orang ketawa."
Pria: ... [*ngomel* - emangnya anak TK dikasi telor ceplok dengan hiasan??]

case #5:
Pria: "Yang, besok kita ke Tokyo Disneyland ya..."
Wanita: "Asyiikkk...!!"
Pria: "Asyik kenapa...?"
Wanita: "Ya... kan asyik... nanti bisa foto ma Mini, Donald, Clarabella..."
Pria: "Foto gitu apanya yang asyik...?"
Wanita: "Ya, kan mereka lucu..."
Pria: "Lucu gimana?"
Wanita: "Ya, lucu... Nanti kita foto bareng sama mereka ya?"
Pria: "Biar apa?"
Wanita: "Ya... Biar ada kenang2an kalo kita pernah foto sama mereka"
Pria: "Lalu kalo nanti kalo udah foto ma mereka, terus fotonya bisa kita jual?" [*berharap, mungkin si wanita punya channel sesama wanita lain yang mau beli foto "lucu" gitu*]
Wanita: "ya nggaaak lahh...!!!"
Pria: "Kalo gitu, kamu aja yang foto..."
Wanita: ... [*grrrrrr*]...
Pria: [*nggak pernah ngerti di mana "lucu" ato "asyik" nya berfoto dengan tokoh2 aneh jika memang fotonya nggak punya nilai ekonomis apapun* - foto di bawah diambil dengan sedikit nggak rela dan memaksa senyum]



----------
Wanita perasa. Pria berlogika.
Itu one-to-one relationship yang unik.
Satu umur hidup mungkin nggak pernah cukup untuk bisa mengerti satu sama lain.

(Diketik saat sedang kangen dengan istri di Indonesia)

2 komentar:

  1. berarti awal menikah itu emang bener2 waktu buat beradaptasi dengan cara pikir masing2 ya .. have a great time during ur study in japan :)

    BalasHapus
  2. case #1: itu ala orang IT yang efisien
    case #2: lagi-lagi efisiensi
    case #3: ya ya.. efek kebiasaan juga..
    case #4: owh, kalo ini kadang perlu rasa humor juga.. haha..
    case #5: dan rasanya persepsi kita sama.. -_-

    BalasHapus

Misi 5 Miliar Kilometer

Judulnya bukan mimpi 1 juta dolar, terlalu mainstream. Ini cerita tentang mimpi saya. Ceritanya dimulai dari sebuah wahana angkasa bernama N...