Friday, October 17, 2008

Kacamata romance

Kalo saya ngeliat mahasiswa saya lagi pacaran, saya itu sering bertanya2 dalam hati... "Kacamata apa ya yang dipake si cowok untuk ngeliat si cewek?" tapi yang sering bikin saya miris itu adalah Kacamata yang dipake si cewek untuk ngeliat pacarnya.

Cewek2 itu masih umur 18 ato 19. Hormon estrogen mreka baru aja diproduksi 5-6 taonan lalu, which is gara2 estrogen itu jadi ada bagian2 dari tubuh mereka yang berubah, you-know-what-are-they. While they're in puberty, pikiran dipengaruhi ma buku2 ato film2 romance ala City of Angels, West Side Story, 50 First Date, You've Got Mail, Pearl Harbor, A Walk to Remember, The Notebook, P.S. I Love U, Made of Honor dan lain2nya. Blom lagi lirik2 lagu kayak Michael Buble (baca: Bu-ble) yang dengan lihainya bisa menimbulkan nuansa romance kalo didengerin, apalagi ndengerin Everything-nya Michael Buble berdua, di cafe ato candle light dinner...

Jadi, dominasi romance ini bener2 melekat. Kalo ada cowok yang bisa punya romance kyk yg ada film2 itu, that'll definitely attract the girls. Si cewek yang pikirannya msi di-dominasi romance ini nggak akan kuat menolak.

Pertanyaannya, bahaya nggak pacaran karena romance?

Bahaya nek! Dominasi romance ini akan ilang 4-6 yrs later, ketika mereka ngeliat dunia yang sesungguhnya, ketika mereka mulai mikir jaoh. Pas usia 18 ato 19 taon, para cewek would rather cowok yang fun dan bisa diajaki jalan2 rather than cowok yang suka kerja/rajin blajar, para cewek would rather cowok yang good looking, yang populer ketimbang cowok yang pinter ato serius.

All of a sudden, ktika udah usia 22 ato 23 setelah lulus kuliah, para cewek akan mulai mikir... Buat apa cowok yang fun klo dia nggak isa kerja? Buat apa cowok yg good looking kl dia nggak setia ato suka te-pe2 ke cewek laen? Buat apa cowok yang populer kl dia gagal di studinya? Kacamata romance yang dulu diagung2kan udah mulai dilepas dan ngeliat dunia sebenernya.

Welcome to the real world lady.

Tapi, yang menyedihkan adalah most of them udah pacaran sejak mereka usia 18 taon, masa2 ketika romance mendominasi pikiran si cewek. Dan sekarang si cewek berusia 23 taon, udah lulus kuliah, ingin berkarir, mulai bekerja. Romance udah nggak begitu penting lagi kyk 4-5 taon yg lalu... yang lebih dibutuhkan adalah safety untuk masa depannya.

Nah, here is the critical mass.

Beberapa udah terikat emosional dengan sangat dalam ma cowoknya. Pacaran 4 ato 5 taon, akan bikin mereka punya peluang untuk ngelakukan apapun. Simply karena dulunya pikiran mreka didominasi oleh romance yang mereka tonton. So, awalnya ciuman dianggep romance. It is romance. Tapi lama kelamaan ciuman-nya jadi ciuman nafsu (eros, bibir dengan bibir). Dan I tell you bahwa jarak ciuman nafsu ke petting (meraba-raba) udah deket banget. At this stage, ikatan emosional antara cowok dan cewek tambah dalem. Kalo akhirnya sampe putus, it hurts sooooo bad bagi si cewek (either emotional or physical). Lah, cowoknya? Nyantai aja lagi. Segitunya? Iya. Saya cowok, jadi tau persis itu.

Jadi gimana baiknya?

Saran saya, jangan pacaran kalo kamu msi pake kacamata romance, apalagi kl pacarnya nggak takut Tuhan, jadi nggak ada yang nge-rem. Dan kalo putus di kemudian hari, yang tersisa km jd menderita trauma emosional, fisik... Bagi cewek, nggak gampang lepas dari trauma itu, even sampe nikah, kalo nggak di-cleanse, si cewek akan terus ngerasa jijik dengan keadaan dirinya (para cowok, let me tell you sebagai sesama cowok, please, jangan menyakiti istri orang... cewek yg kalian putus itu, someday akan jadi istri orang laen, you're not only hurt her, but the whole generation!).

Dari mana asalnya semua itu? Simply dari pacaran ketika romance mendominasi pikirannya. Dan untuk cewek2 yang bisa ngelewati masa2 romance di usia 20something tanpa pacaran walopun ada kesempatan, saya salut dengan kalian... Trust me girls, true love can wait.

Think about that, girls.Tell me what do you think.

No comments:

Post a Comment