Monday, October 20, 2014

Minggu 22: Diburu tenggat waktu

Hitungan mundur minggu ke-22 menjelang wisuda.

Preliminary thesis review akan dilangsungkan akhir bulan ini. Saya harus menyerahkan draft thesis-nya ke sensei pembimbing sebelum 31 Oktober. Sebenarnya nggak perlu diburu-buru tenggat waktu karena saya punya banyak waktu untuk menyelesaikannya.

Tapi minggu lalu saya "sengaja" bersantai. Saya biarkan sampe waktunya mepet sehingga saya terpaksa menulis. Apa efektif? Nggak tau juga. Saya ngikuti feeling saya aja... Yang mana yang saya rasakan nyaman untuk saya, saya lakukan.

Syarat untuk boleh mengajukan preliminary review adalah telah memiliki 2 publikasi internasional. Publikasi jurnal, bukan prosiding ato conference. Kalo prosiding mah, mungkin ada lebih dari 10. Saat ini publikasi jurnal saya udah 2... yang pertama saya submit di jurnal Telkomnika, salah satu jurnal terakreditasi Indonesia (yang untungnya sama sensei itu diitung sebagai publikasi). Yang kedua di Jurnal "Computational and Mathematical Methods in Medicine".

Lima bulan lalu, submit dua manuscript lagi di dua jurnal lain, yang pertama di Jurnal ITB (yang cuman dikasi status "Under review" sampe detik ini!! - sekali aja saya submit di jurnal itu), dan yang kedua submit di SPIE Medical Imaging. Yang kedua ini, minggu lalu baru keluar review-nya... hasilnya masih belum bisa publish dan perlu di-revisi sebelum 5 November. Mungkin minggu ini akan saya selesaikan revisinya... Dikerjakan bareng2 sama thesis yang masih aja bekutat di Bab I.

Ini baru namanya diburu tenggat waktu.



Monday, October 6, 2014

Minggu 24: (Mulai) Menulis Tesis

Saya hitung mundur. Kurang 24 minggu lagi jadwal wisuda.

Minggu ini saya mulai menulis tesis. Saya pernah menulis tesis untuk S2, yang menurut saya, masih kurang lebih seperti menulis skripsi S1. Hanya bahasa dan struktur penulisannya lebih baik. Tesis yang saya tulis waktu di S2 masih bekutat pada coding - yang seharusnya nggak perlu.

Tesis untuk S3 benar-benar lompatan besar dibandingkan dengan S2.

Lompatan besar karena Tesis harus difokuskan pada keterbaruan konsep yang telah ditemukan selama melakukan penelitian, hasil apa yang telah diperoleh - dan seberapa besar dampak yang diberikan terhadap kemajuan ilmu pengetahun di bidang yang telah diteliti. Latar belakang harus jelas - bukan diada-adakan. Metode meneliti juga harus detail, sehingga ketika ada peneliti lain yang melakukan metode yang sama, hasil yang didapat tetap sama. Artikel yang telah dipublikasikan di jurnal akan menjadi bagian dari Tesis.

Seharusnya saya senang karena bagi saya menulis Tesis tidaklah sesulit melakukan penelitian. Hanya tinggal menuliskan apa yang sudah ada. Tapi di bawah bimbingan seorang sensei yang perfeksionis, beliau bisa saja sewaktu-waktu meminta tambahan penelitian ini dan itu. Kalau sudah ditambah, maka Tesis harus dirombak - dan bakal melelahkan untuk melakukan tambahan penelitian dan merombak Tesis.

Akhir bulan ini, Tesis harus sudah kelar dan diserahkan ke sensei pembimbing untuk preliminary review. Semoga review-nya hanya yang remeh temeh yang tidak menyita waktu.