Monday, September 22, 2008

Human Being

"According to all known laws of aviation,
there is no way a bee should be able to fly.

Its wings are too small to get its fat little body off the ground.

The bee, of course, flies anyway

because bees don't care
what humans think is impossible."

(Bee Movie, 2007)

Hehe2... rasanya geli juga ngeliat lebah yang terbang dengan innocent tanpa peduli apa yang ada pikiran manusia. Manusia terlalu pintar sih. Tapi isn't that true? Most of the time, kita bertindak karena sesuatu yang kita pikir kita bisa lakukan dan kita tidak bertindak karena sesuatu yang kita pikir tidak bisa kita lakukan.

Seandainya lebah ngerti ilmu fisika, mungkin lebah adalah hewan yang nggak bisa terbang karena menurut fisika, kekuatan sayap lebah nggak akan pernah bisa mengangkat tubuh gendutnya... Tapi lebah nggak ngerti fisika, jadi mereka ya terbang karena ngeliat generasi sebelum mereka juga bisa terbang. Generasi sebelum mereka bisa terbang karena ngeliat generasi yang sebelumnya lagi terbang, begitu dan seterusnya...

So, maybe... (imajinasi saya...) Dulu lebah nggak bisa terbang. Lalu ada seekor lebah yang ngeliat burung yang lagi terbang dengan sayapnya. Lalu lebah ini, berpikir bahwa seharusnya lebah juga bisa terbang. Lebah ini mencoba mengepakkan sayapnya... Alih-alih dia terbang, dia malah terjerembab ke tanah karena belum terbiasa. Dia coba lagi, coba, coba, dan lagi. Till one day... Dia bisa terbang selama 1 menit. Dia berlatih terus menerus, sampai suatu hari, dia bisa terbang as far as he wants. Lebah lain yang melihat lebah ini bisa terbang, mulai berpikir bahwa kalau lebah yang itu bisa terbang, maka dia juga bisa. Lalu seekor lebah mencoba untuk terbang meniru lebah yang sudah berhasil ini, dan berhasil. Semakin lama, semakin banyak lebah yang bisa terbang. Anak2 lebah yang dilahirkan pada generasi bahwa lebah bisa terbang, secara otomatis tidak berpikir bahwa mereka tidak bisa terbang. The rest is history.

So is human. Kamu boleh ganti kata kerja "terbang" tadi dengan "berbicara", "menulis", "bermain musik", "menghitung", dan banyak lagi. Karena kita hidup di antara generasi yang menganggap bahwa berbicara adalah sesuatu yang lazim, maka jadilah manusia yang bisa berbicara. Karena kita hidup di generasi di mana manusia bisa menulis, maka jadilah kita manusia yang bisa menulis... dan seterusnya, dan seterusnya...

Seandainya, ada manusia yang bisa terbang tanpa alat bantu apapun, most likely, kita akan jadi makhluk yang bisa terbang. Tapi karena belum ada satupun manusia yang bisa terbang, maka kita pikir, kita nggak akan pernah bisa terbang. Seandainya ada manusia yang bisa menembus tembok, most likely, kita dapat menembus tembok semudah kita berjalan menembus udara. Tapi karena belum ada satupun manusia yang bisa berjalan menembus tembok, maka kita pikir kita tidak akan bisa menembus tembok.

So true... Many times, our mind limits ourself to do and achieve great things. If we think we can't do, we don't do. The fact is: if we think we can't do, doesn't mean we can't do. It's just a merely a thought, not a fact.

For me personally, for many years since I was a kid... I thought I can't speak in front of people. It's just a merely thinking. The fact is: I can speak in front of people, though sometimes feel that I'm not eloquent enough.

So, why don't you give a shot what you think you can't do. You'll never know what you're capable of.

Agree?

No comments:

Post a Comment