Tuesday, January 28, 2014

Conference di Sapporo, Hokkaido

Minggu lalu, hari Kamis dan Jumat saya mengikuti conference di Sapporo, Hokkaido, 6th Annual Meeting Japanese Society of Pulmonary Functional Imaging (http://conv-s.com/jspfi6/index.html). Ada dua alasan mengapa saya mengikuti conference ini - atau mengapa sensei ingin saya datang di conference ini.

Pertama, karena sensei ditunjuk sebagai salah satu pembicaranya - dan topik yang disampaikan adalah hasil penelitian yang saya kerjakan dalam 4-5 bulan terakhir. Jadi sensei perlu saya untuk datang menemani agar kalau ada pertanyaan teknis, saya bisa membantu menjelaskan.

Alasan kedua, karena saya juga submit abstrak di conference itu (lagi-lagi sensei yang meminta) dan lolos untuk dipresentasikan dalam sesi poster session.

Conference-nya sendiri sebenernya nggak terlalu nyambung dengan engineering. Peserta dan pembicaranya lebih banyak yang berprofesi dokter dan... saya ngerasa kesasar. Setelah presentasi poster, beberapa memberikan komentar - dan saya nggak bisa paham apa maksud komentarnya. Mereka menggunakan istilah medis yang menyebabkan saya gagal paham.

Anyway, tentang tempatnya, kota Sapporo. Sapporo adalah kota yang terletak di Hokkaido, pulau di bagian utara Jepang. Karena letaknya di utara, maka sepanjang tahun Sapporo selalu bersalju. Saya datang di Sapporo ketika musim dingin sedang dingin-dinginnya. Suhu udara -3 sampai -9 derajat celcius. Hampir setiap saat turun salju sehingga gedung dan jalan-jalan tertutup salju.

Siang hari di Sapporo, 23 Januari 2014
Pemandangan yang tidak biasa buat saya - bahkan bagi sebagian besar orang Jepang yang tinggal di daerah Kanto (Tokyo) atau daerah selatan (Fukuoka, Okinawa)

Conference diadakan di Hokkaido University yang juga tertutup salju tebal - saya sempatkan mengambil gambar selfie dengan background Hokkaido University.

Hokkaido University, 24 Januari 2014
Saljunya yang nampak di foto tersebut, sangat lembut... seperti es pasrah yang ada di es campur. Nggak mencair kalau dipegang karena mungkin karena suhu sekitarnya minus.

Catatan perjalanan: (just in case saya ke Sapporo, saya bisa mengingat kembali rute perjalanannya)

  1. Walaupun semua biaya perjalanan dan akumodasi ditanggung oleh lab, saya memilih naik pesawat LCC, Jetstar. Biaya pesawat PP dari Narita - Sapporo adalah 15.580 yen (sekitar 1.6jt rupiah).
  2. Saya tinggal 2 hari 1 malam di Sapporo, dan memilih hotel Aspen (http://www.aspen-hotel.co.jp/english/). Tarif per malamnya 6700 yen (atau sekitar 700rb rupiah). Pelayanan hotelnya standard hotel Jepang (which is awesome!) - no tips, kamar yang super bersih, internet super cepat, resepsionis yang (kelewat) ramah, buffet breakfast. Mestinya saya bisa stay lebih lama untuk jalan-jalan menikmati suasana Sapporo, tapi nggak tau saya kok selalu ingin pulang cepet2 dan ingin segera tidur di kamar sendiri.
  3. Saya berangkat hari Kamis dengan pesawat paling pagi (jam 7) dan tiba di Bandara Sapporo jam 8.40. 
  4. Hari Jumat malam saya kembali dengan pesawat paling malam (jam 21) dan tiba di Narita jam 22 lebih. Perjalanan dari Narita ke Chiba memakan waktu 40 menit... Sempat was-was bakal kelewatan episode Indonesian Idol (yang mulai tayang jam 21.00 WIB atau 23.00 waktu Jepang). Ternyata benar, saya kelewatan beberapa sesi Indonesian Idol (yang waktu itu sedang audisi terakhir di Jakarta).
  5. ... setiba di kampus, waktu hendak kembali ke apartemen, sepeda saya hilang (tepatnya diangkut petugas karena parkir sembarangan). Sepeda saya ke-3 yang missing in action. Ya, sudahlah... saya masih punya stok 1 sepeda di apartemen. Saya jalan kaki dari kampus ke apartemen.


No comments:

Post a Comment