Tuesday, September 24, 2013

BBM yang heboh

BBM for Android dan iOS bener2 heboh. Yang punya Android ato iPhone segera buru2 download aplikasinya, biar bisa selalu terhubung (katanya)... padahal slogan BBM yang paling pas menurut saya "mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat"...

Saya sendiri di Jepang bukan pengguna smartphone. Seriously.

Hape saya (dan hape istri) di Jepang adalah hape flip yang (cuma) bisa dipake untuk telepon dan sms. Belum ganti sejak pertama kami tiba di Jepang 3 tahun yang lalu. Kemungkinan, saya satu di antara sedikit mahasiswa (atau jangan2 satu2nya) yang masih menggunakan teknologi SMS untuk berkirim pesan (dengan panjang pesan maksimum 160 karakter). Seorang rekan lab pernah komplain ke saya kenapa dia selalu nggak pernah berhasil kalo mengirim pesan yang panjang ke nomor saya... Ya, karena hape saya cmn bisa nerima pesan dalam bentuk SMS. Jadi kalo mau kirim pesan ke saya ya jangan panjang2.

Ada waktu2 ketika hape saya ketinggalan di rumah. Dan saya juga terlalu malas untuk pulang mengambil hape walaupun jarak kampus-rumah hanya 10 menit bersepeda. Tapi saya tetap baik-baik saja. Tidak merasa ketinggalan apapun.

Di rumah ada 2 tablet. Yang pertama iPad, yang kami gunakan untuk menelepon keluarga di Indonesia menggunakan Skype, untuk menyimpan/mengupload foto-foto ke dropbox - dan sekali-kali streaming acara TV Indonesia.  Di iPad tersebut, terinstall aplikasi Line dan WeChat yang most of the time, digunakan oleh istri saya. Istri saya sendiri bukan tipe orang yang bentar-bentar ngecek Line atau FB di tablet. Pesan yang dikirim hari ini, bisa jadi baru terbaca 2 hari kemudian... Itupun belum tentu dibalas. FB juga belum tentu sebulan sekali dicek. Yang nelepon di Skype, kalo nggak janjian jam dulu, kemungkinan besar nggak terangkat. Bukan karena malas ngangkat, tapi karena memang nggak terlalu sering berinteraksi lewat tablet.

Tablet yang kedua, Kindle Fire. Ini saya yang "maksa" beli karena pengen bereksperimen membuat aplikasi Android... Dan memang kegunaan utama so far adalah (1) mencoba aplikasi yang telah selesai dibuat (2) check email dan (3) cek earning dari aplikasi yang sudah dirilis. Itu aja. Nggak ada Line, WeChat, Kakao ato BBM for Android.

Entah apa yang kami lewatkan dengan tidak menginstall aplikasi BBM atau mengganti hape dengan smartphone.

Tapi kami merasa tidak ada yang terlewatkan. Semua baik-baik saja.

Friday, September 13, 2013

Happy Bday, Hide-kun (one year journey)

Jadi, dari ribuan tahun peradaban manusia, kemungkinan dari sinilah asal muasal ucapan selamat ulang tahun...

Dari sekian ratus juta sel sperma, ia satu-satunya yang berhasil menembus sel telur lalu membuahinya. Reaksi kimia yang kompleks terjadi, membentuk serangkaian DNA yang belum pernah ada sepanjang sejarah manusia - dan tidak akan pernah ada lagi. Seorang pribadi sedang dibentuk di rahim seorang ibu. Dari rahim itu pula, supply makanan diberikan lewat plasenta - selama 9 bulan... tidak satupun teknologi kedokteran buatan manusia yang dapat memberikan life support untuk nyawa manusia secanggih sistem di rahim seorang ibu yang memberikan life support untuk anaknya.

Terlahir dan mulai menghirup udara. Merasakan suhu yang berubah-ubah. Mendengar suara. Melihat objek di sekelilingnya. Makanan mulai masuk lewat mulut dan mengalami metabolisme.

Satu bulan dilewati. Dua bulan, tiga bulan... Hingga satu tahun.

Setelah satu tahun ada di dunia ini - dengan sehat, tentu itu sesuatu yang patut disyukuri. Patut diberikan ucapan selamat.

Selamat ulang tahun Hide-kun.

4 September 2013
-----------

Selama satu tahun terakhir ini, kami ditemani anggota baru keluarga, Hideaki Joshua Swastika... Part of our family. Mengganti popok, terbangun di pagi buta karena mendengar tangisan, memandikan di pagi hari, mengawasi saat ia merangkak, berdiri dan berjalan, menyiapkan makanan, menidurkan, menggendong saat ia rewel menjadi aktivitas baru kami.

Melelahkan. Tidak ada orang tua yang bisa dititipi agar kami bisa beristirahat sejenak. Tidak ada juga pembantu yang bisa diminta bantuan untuk mengganti popok, menyiapkan makanan atau membersihkan rumah.

Tapi kami tahu bahwa itu semua harus dilalui saat ini. Akan ada waktunya popok tidak lagi dipakai. Akan ada waktunya tangisan tengah malam karena lapar tidak lagi terdengar. Akan ada waktunya kami tidak lagi bisa menimang-nimang agar dia dapat segera tertidur.

Selagi kami harus melewati itu semua, kami akan menikmatinya (sehingga tidak menyesal ketika masa-masa tersebut sudah lewat).

Selama setahun ini, setiap hari kami mengambil foto Hide dari sejak hari pertama lahir sampai sekarang. Kami bisa melihat perkembangannya hari demi demi hari...  Saya kompilasi foto-foto tersebut menjadi video... It's amazing seeing a baby grows day-by-day, especially if it's your own child...







Friday, September 6, 2013

Kangen kelas

Untuk pertama kalinya sejak saya studi di Jepang 3 tahun lalu, saya ingin segera menyelesaikan studi. Selama ini, saya menikmati bisa studi di Jepang. Menikmati segala fasilitas lab yang serba terbaru, internet yang super cepat 24 jam sehari 7 hari seminggu, bisa mengikuti conference lokal dan internasional dengan segala akumodasi ditanggung lab, menikmati lingkungan di Jepang yang serba bersih, tertib, teratur, transportasi yang nyaman, orang-orang yang sopan...

This is just awesome! 

Tapi Indonesian will always be an Indonesian. I might call Japan as my second home, tapi tanah airku tetap Indonesia (dan Dangdut is the music of my country). 

Saya kangen Indonesia. 
Kangen dengan suasana kelas. 
Kangen jadi dosen (lagi).
Kangen mengajar. Kangen bikin soal yang unik untuk kuis. 
Kangen ngasi tantangan untuk anak-anak.
Kangen jadi mentor untuk anak-anak saya.