Monday, July 22, 2013

Dear 17-years-ago-Windra,

Halo Windra yang masih berusia 17 tahun...
It's me, Windra who lives several years longer than your current age now.
Yeah, I know. Sounds weird. I just wanted to send a letter to let you know that you've been doing good in the last several years.

Kalo aku nggak salah ingat, kamu tentu baru mendapatkan surat pengumuman lulus SMA. So excited untuk bisa masuk perguruan tinggi dengan jurusan Teknik Informatika dan lagi persiapan UMPTN untuk bisa nembus Teknik Informatika ITS. Keep studying. I won't spoil whether you're going to pass UMPTN or not. Whatever the result is, just don't regret... it's the best result.

Pesan pertama. Seriusi pemrograman komputer yang kamu tekuni saat ini. Terus belajar. Skill programming yang kamu miliki, kelak akan bisa bawa kamu untuk studi di negara yang bahkan nggak pernah kamu bayangkan untuk bisa studi di sana... It was really fun experience! Apalagi ketika kamu studi ditemani keluarga... (yeah, kita - atau tepatnya aku di masa ini, sudah memiliki keluarga saat ini dan guess what, anak pertamamu akan lahir di negara ini...). Tapi don't be too excited. Ada jalan yang panjang yang mesti kamu lewati.  Ada banyak hal yang harus kamu kerjakan untuk bisa sampai pada situasi ini. Ada harga yang harus dibayar.

Pesan kedua. English! English! English! You know what that means. Sharpen your English. Daily.

Pesan ketiga. Ambil perhatian khusus pada apa yang disebut dengan "internet". Saat kamu baca surat ini, istilah "internet" tentu masih belum populer (atau jangan2 kamu baru dengar untuk pertama kalinya?). Pasti akan membingungkan kalau aku bilang bahwa saat ini pesan bisa dikirim secara elektronik melalui internet dan sampai ke penerima tanpa dipengaruhi jarak. Bukan cuma itu, kami di sini bisa dengan mudah menikmati teknologi tatap muka dan bercakap-cakap dengan orang-orang yang berjarak ribuan kilometer melalui Internet. Iya, kayaknya mustahil... tapi hal-hal semacam ini sudah bukan hal aneh... Bahkan sudah menjadi gaya hidup sehari-hari. Itu sebabnya, ikuti perkembangan internet. Serap sebanyak mungkin teknologi dan informasi tentang Internet. Got that?

Pesan keempat. I remember vividly, that you don't believe in God at this moment. Tanpa bermaksud memaksa atau menyalahkan... Akan ada waktunya kamu kenal Tuhan, percaya, dan mengimani. Jangan keraskan hati dan kepala ketika Dia datang dan menyampaikan pesanNya lewat orang-orang di sekelilingmu. Terima dengan hati terbuka. Pengalaman iman bersama Dia akan banyak membawa kamu ke hal-hal besar yang bahkan nggak pernah kamu impikan.

Ok, sampe di sini. Enjoy your journey and take care!

----------------------

It's me. Present time.

Email di atas, mungkin nggak akan pernah diterima oleh diri saya yang berusia 17 tahun. Saya lagi membayangkan seandainya saya bisa mengirim email ke diri saya yang berusia 17 tahun, kira-kira apa yang akan saya sampaikan? Email yang disampaikan, harus se-general mungkin tanpa membuka banyak hal-hal di masa depan. Jika hal-hal di masa depan dibuka dan diketahui, maka besar kemungkinan garis sejarah yang saya jalani saat ini akan berubah - dan menimbulkan kehidupan lain yang berjalan secara paralel dengan hidup yang saat ini. Artinya ada dua saya yang menjalani hidup di dunia yang berbeda. Masing-masing menuliskan garis sejarahnya sendiri-sendiri.

Saat ini, saya sedang menuliskan garis sejarah saya. Keputusan kecil yang saya ambil hari ini dapat mendatangkan konsekuensi besar di masa mendatang. Sejauh yang saya tahu, hanya ada satu garis sejarah yang bisa kita tulis - dan kita yang bertanggung jawab untuk menuliskannya dengan baik.


Wednesday, July 3, 2013

'Ohana means family (3rd year)

'Ohana means family, family means nobody gets left behind. Or forgotten. (Lilo and Sticth, 2002)

Tahun ketiga pernikahan kami dan dalam kedaulatan-Nya, Tuhan berkenan untuk menitipkan seorang anak di keluarga kami. Kami menamainya Hideaki Joshua Swastika (Hide). Saya dan istri punya tanggung jawab baru, yaitu menjaga, mendidik, dan merawat sebaik-baiknya apa yang sudah Tuhan percayakan kepada kami.

Tanggung jawab yang baru ini membuat kami belajar dan mengalami banyak hal baru. Hal-hal yang sebelumnya belum pernah kami alami - atau tidak akan pernah kami alami seandainya Hideaki tidak terlahir.
  • Kami sudah lupa bagaimana rasanya tidur 5 jam non-stop tanpa terbangun karena tangisan Hide.  Usia Hide sudah hampir 10 bulan dan masih minum ASI. Tiap 2 jam (atau kapanpun saat Hide perlu minum ASI), dia akan nangis. Saat kami tidur, tangisan Hide akan membuat kami terbangun. Istri saya segera menyusuinya (dan saya kembali tertidur). 
  • Karena kami tinggal di Jepang, kami harus belajar bagaimana memperlakukan anak dengan "cara" yang sesuai dengan lingkungan di sini. Kami belajar bagaimana menghadapi cuaca dingin agar bayi bisa tetap nyaman. Bagaimana mengatasi udara yang terlalu lembab atau kering. Bagaimana prosedur imunisasi yang hampir tiap dua minggu sekali dilakukan di klinik terdekat. 
  • Tidak ada pembantu rumah tangga. You know what that means.
  • Di usia yang ke-7 bulan, untuk pertama kalinya Hide demam dan pilek. Seharusnya nggak perlu terlalu dikuatirkan kalau dalam 1 atau 2 hari bisa reda. Tapi ketika hari ke-3 masih belum juga membaik ditambah nggak mau makan - maka untuk pertama kalinya kami ke UGD dan berhadapan dengan prosedur pendaftaran pasien UGD di Jepang yang sangat-sangat tertatur dan memprioritaskan pasien. Kami banyak belajar hal baru di sana.
  • Siklus tidur Hide masih belum teratur.  Pagi dimandikan jam 8. Siang tidur 1-2 jam. Yang gawat kalau jam 7 atau 8 malam sudah tertidur. Dia akan bangun jam 10 atau jam 11 malam dalam keadaan segar bugar dan siap untuk bermain-main. Kami harus menemaninya bermain hingga jam 1-2 pagi...
Apapun yang kami alami, akan semakin mempersatukan kami sebagai satu keluarga... The Swastika Family.



Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Rm 8:28)

Past year: