Friday, October 30, 2009

Get fired

Wallace E. Johnson - kalo disearch di Internet, maka namanya akan muncul bebarengan dengan Holiday Inn, jaringan hotel berbintang 5 kelas dunia (sekelas dengan Hilton, JW. Marriot, atau Shangrila). Wallace adalah salah satu co-founder dari hotel Holiday Inn.

Ketika berusia 40 tahun, Wallace dipecat dari tempat kerjanya, yaitu perusahaan di bidang perkayuan. Pada tahun itu, dunia sedang mengalami resesi akibat perang dunia ke-2 sehingga banyak terjadi PHK. Upah bekerja di perusahaan itu telah menopang hidup Wallace dan istrinya selama berpuluh-puluh tahun. Agar dapat bertahan hidup, Wallace tidak punya pilihan selain menjaminkan rumahnya dan membuka usaha di bidang konstruksi perkayuan (sebagai satu2nya ketrampilan yang dipunyainya). Lagi pula, apa yang bisa dilakukannya ketika tidak ada perusahaan yang bisa menampung dia bekerja. Proyek pertamanya adalah membangun dua buah bangunan kecil, dan lima tahun kemudian, di usia 45 tahun, dia menjadi seorang jutawan!

Dalam suatu wawancara dia mengatakan, "Today, if I could locate the man who fired me, I would sincerely thank him for what he did..."

Sure, jika dia nggak pernah dipecat, dia akan tetap hidup dalam sebuah rumah kecil dengan upah sebagai tukang kayu yang pas2an. Namanya nggak akan tercatat di sejarah sebagai seorang multi-millionaire dan co-founder Holiday Inn Hotel.

Hidup ini aneh ya? Seringkali masalah besar dalam hidup itu jadi titik balik untuk mencetak sejarah. Wallace, masalahnya saat itu sangat besar, dipecat tanpa uang pesangon, dalam keadaan miskin - dan antara hidup dan mati... Tapi justru dari situ, 5 tahun kemudian, malah jadi multi-millionaire.

Kita, termasuk saya, sering berhadapan dengan pilihan yang sama-sama enak... Di kerjaan, ada banyak pilihan... dan semuanya tinggal milih. Kalo keluar dari sini, tempat di situ pasti mau nerima, kalo nggak di situ, di sana juga ada yang mau nerima... Pilihannya nothing to lose semua, semua kemungkinannya baik... Nggak ada pilihan antara hidup dan mati kayak Wallace tadi... (atau tepatnya, saya tidak berani memposisikan diri saya dalam posisi Wallace). Mungkin itu sebabnya saya sampe sekarang blom tercatat dalam sejarah dunia.

Kadang (ato seringkali) saya berpikir agar saya dipecat saja dan nggak punya kerjaan. Jadi pengangguran, sehingga maksa saya untuk memeras semua tenaga, ketrampilan dan otak saya, fokus sepanjang waktu untuk mengerjakan satu hal yang membuat saya pada akhirnya bisa berkontribusi bagi masyarakat dunia dan tercatat dalam sejarah dunia (and of course, become a multi-millionaire). Tapi harapan dipecat itu sepertinya jauh di awang-awang. Alih-alih dipecat, saya malah diberi tanggung jawab yang menurut saya, akan membuat jarak yang lebih jaauuuhhh lagi untuk bisa dicatat dalam sejarah dunia. Kontribusi yang diberikan hanya berdampak lokal dan untuk sebuah organisasi lokal.

Ya mungkin memang semua harus diawali dari yang kecil.

Tapi ketika suatu hari ada email dari atasan saya, "Windra, you are FIRED!" - Then, I will smile and thank him/her, simply because sejarah dunia sedang dicetak hari itu. (And for my students, - if I really get fired - you might lose one lecturer, but I can promise you one thing: I'll make greater contribution for the society that you, your children or your grandchildren will have the benefit from that contribution...)

(I really respect of those people: Mbak Lily, Bu Titiek and Astrid... Jangan sia2kan kesempatan untuk mencetak sejarah dunia, semoga suatu hari saya bisa membaca atau mendengar seperti apa yang dikatakan Wallace, "I would sincerely thank to the organization for what they did...")

5 comments:

  1. betul, sayang kalau orang secemerlang bapak harus "dikurung di sangkar emas" organisasi ini...
    kembangkan sayap pak!

    ReplyDelete
  2. thanks Umi for the encouragement...!

    ReplyDelete
  3. kalau saya mungkin saat ini lebih prefer ke:
    memperkuat diri dahulu di sangkar, bersiap-siap, nanti pada saat yang tepat, terbang sambil tetap mengingat sangkar yang membesarkan saya... haha...

    ReplyDelete
  4. terbang sambil mengikat sangkar jadi berat dong burungnya... :)

    ReplyDelete
  5. huaduuh windra, ya gak mungkin taaa lek dipecat, secara dikau itu asset di perusahaan ini, jadi syukurilah, lek aku jadi kamu win, gak ngenteni dipecat, tapi ngelamar ae ke tempat -tempat lain yang gajinya nggarahi ngiler wong kamu berpotensi :) ,lek awak-awak ini lho baru, bukan ngenteni dipecat, tapi ngenteni duik cukup buat buka counter jualan lulur, body butter, dan teman temannya :)

    ReplyDelete