Monday, December 11, 2006

Sakit Tenggorokan

Aku lagi sakit tenggorokan. Kalo buat nelen makanan sakitnya setengah hidup, apalagi buat nelen biji kedondong, sakit setengah mati. Tapi sungguh, ketika aku ngetik blog ini, aku masih satu hidup, nggak setengah mati ato setengah hidup.

Karena blog ini masuk dalam kategori klinik darurat, maka aku akan menulis tentang sakit tenggorokan dalam perspektif seorang calon mahasiswa kedokteran (duh, boleh nggak ya ma PAPI?)

Fakta2 tentang sakit tenggorokan:

  • Terasa ada yang ngganjel di tenggorokan. Tapi, ajaibnya ketika kamu membuka mulut kamu untuk ngeliat benda apa yang ngganjel tenggorokan kamu, kamu nggak akan menemui ada bola basket ato biji kedondong yang nyangkut di tenggorokan kamu.

  • Menurut para ahli tenggorokan (di mana aku nggak termasuk di dalamnya), 60% penyebab sakit tenggorokan disebabkan oleh virus dan sisanya disebabkan oleh bakteri ato alergi. Loh, virus sama bakteri itu beda yak? Beda sodara... Bakteri itu makhluk yang cuman punya satu sel, dia nggak punya mata, nggak punya tangan, nggak punya kaki kayak manusia. Tapi dia bener2 hidup, bisa punya anak segala... (please, jangan bayangkan ada bakteri yang hamil selama 9 bulan 10 hari, lalu melahirkan seekor bakteri kecil yang lucu... karena mereka cuman punya satu sel, ya mereka otomatis nggak punya rahim, jadi mereka beranak dengan cara membelah diri, jelas ya?) Kalo virus, lebih kecil ketimbang bakteri... lebih imut tapi sama sekali nggak lebih lucu ketimbang bakteri. Kalo aku disuruh milih hewan peliharaan bakteri ato virus, aku akan milih melihara bakteri ketimbang virus. Virus lebih jahat dan lebih nggak sopan. Udah gitu nggak jelas lagi statusnya, apa virus itu makhluk hidup ato bukan. Virus ini bener2 nggak sopan sodara. Udah nggak jelas statusnya makhluk hidup ato bukan, hidupnya masih numpang lagi. Dia bisa numpang bakteri dan bikin bakteri-nya sakit (kasian kan bakteri itu, udah cuman punya satu sel, ditumpangi virus lagi... nggak sopan kan virus itu?)

  • Ok, kembali ke fakta sakit tenggorokan tadi... Mengingat ketidaksopanan para virus, maka jangan heran kalo menurut ahli tenggorokan, 60% sakit tenggorokan disebabkan virus. Menurut mereka (para ahli tenggorokan ya, bukan menurut para virus), kebanyakan virus yang menyerang bernama virus Adenovirus (ok, virus ini adalah pemeran figuran dalam blog ini, nggak perlu terlalu dipedulikan). Yang diserang oleh mereka (para virus ya, bukan para ahli tenggorokan) adalah tentu saja, tenggorokan. Mereka (para ahli tenggorokan ya, bukan virus) menyebutnya dengan istilah faring, itu sebabnya nama sakit tenggorokan ini adalah faringitis (ok, sebelum aku diprotes para dokter beneran, salah satu gejala dari faringitis adalah sakit tenggorokan, sedangkan kalo kamu sakit tenggorokan, itu belom tentu faringitis, bisa jadi tonsilitis, laryngitis, epiglotitis, ato tenggorokan kamu sakit akibat nelen biji kedondong, yang nggak ada hubungannya sama sekali dengan para virus ato bakteri).

  • Untuk golongan bakteri yang menyebabkan faringitis adalah Streptokokus golongan A (Corynebacterium, Arcanobacterium, Neisseria gonorrhoeae, Chlamydia pneumoniae).

  • Faringitis biasa diiringi dengan demam, sakit kepala, pilek ato suara yang hilang, yang mana nggak satupun terjadi di aku.

Yang susah adalah membedakan apakah faringitis disebabkan virus ato bakteri. Karena gejalanya sama, sakit tenggorokan. Padahal penanganannya beda. Kalo disebabkan bakteri, maka perkembangan bakterinya harus dihambat dengan senyawa yang namanya penisilin. Penisilin ini bukan bakteri ato virus sodara. Ini adalah senyawa kimia yang sudah terbukti menghambat pertumbuhan bakteri. Bakterinya jadi nggak isa punya anak, alias mandul (ok, sekali lagi jangan bayangkan bakteri yang hamil). Penisilin ini ditemukan oleh Pak Flemming taon 1928 yang mana aku kenal baik dengan Pak Flemming ini, cuman Pak Flemming-nya yang nggak kenal aku, keburu meninggal dia sebelom aku lahir. Orang lalu kenal istilah penisilin sebagai antibiotik. Sekarang mah udah banyak antibiotik di pasaran, yang paling terkenal di Indonesia adalah amoxicillin, yang bener2 efektif untuk menghambat bakteri gram-positif seperti streptokokus penyebab faringitis ini.



Kalo faringitis-nya disebabkan virus, kamu bisa membunuh virusnya dengan antivirus, dan salah satu antivirus yang cukup terkenal di dunia dan terbukti ampuh untuk membasmi virus adalah Norton Antivirus dan Scan McAffee. Tapi kedua antivirus itu tidak pernah terbukti menghambat pertumbuhan virus penyebab faringitis. Antivirus yang terbukti menghambat pertumbuhan virus penyebab faringitis adalah acyclovir, famciclovir ato valacyclovir (kamu bisa beli di apotek dengan nama merek yang berbeda2, tapi sebenarnya intinya adalah obat yang punya kandungan antivirus tersebut).

Jadi bagaimana supaya tau apakah faringitis disebabkan virus ato bakteri? Kalo mau keren2an ya diperiksa di lab apa tenggorokan kamu positif mengandung bakteri ato mengandung virus. Teknis untuk mengetahui apakah ada kandungan bakteri gram-positif (bakteri penyebab faringitis) ato nggak dalam suatu sample sudah dipelajari anak2 SMA dalam pelajaran biologi topik mikrobiologi. Mari kita tanyakan kepada mereka yang biologi-nya di raport dapet nilai 9 ato 10, bagaimanakah menemukan bakteri jenis gram-positif pada sebuah sample (yang mana aku waktu SMA cuman dapet 6 di pelajaran biologi).

Kalo udah ketauan sebab faringitisnya, maka tinggal milih mo beli antivirus orisinil ato yang bajakan. Eh, maksutnya ditangani dengan antivirus ato antibiotik. Tapi demi kenyamanan dan kelangsungan hidup kamu, berkonsultasilah pada dokter terdekat kalo kamu mengalami faringitis. Ok?

[buat kamu yang saat ini kena faringitis, please... demi kenyamanan para virus ato bakteri yang ada di tenggorokan kamu, tutuplah mulut ketika kamu batuk. Jangan biarkan virus ato bakteri terlompat keluar dari mulut kamu ketika mereka asyik tidur...]

NB. Buat para (calon) dokter, bisa dikoreksi kalo ada kesalahan pada posting ini, agar blog ini nggak ditutup karena tuntutan mal-blog.



No comments:

Post a Comment