Saturday, September 5, 2009

Chronological and Physiological Age

We, as human beings, have both chronological and physiological age. Chronological age is determined by the year you are born. Since I was born in 1978, this year, 2009, my chronological age is 31. Thanks God for that.

In the other side, physiological age means mechanical, physical, and biochemical functions of your body. People could have same chronological age and yet have totally different physiological age. For instance, I know people in their chronological age of 20, but his body functions, works and looks like people in the age of 30. His physiological age is older than his chronological age.

And I more than thanks to God for my physiological age. People often deceived by my outward appearance. They often think that I am 20 something - even better, they think that I'm a college or high school student. Cool!

Jadi ada dualisme dalam hidup saya. Ketika saya berbicara dengan orang lain, menyampaikan pendapat, atau mengajar di depan publik, orang akan melihat usia kronologis saya yang sebenarnya... Bahwa kata-kata yang saya gunakan, bukanlah kata-kata college ato high school student - tapi kata-kata orang dewasa yang berusia 30 something.

Dan somehow, usia fisiologi saya, yang sekitar 20 something, membuat saya untuk punya kemampuan fisik seperti halnya mereka yang punya usia kronologis 20 (college or high school student).

Nah, yang menentukan manusia meninggal ato hidup, bukan umur kronologis, tapi umur fisiologis. That's why ada yang orang tetap sehat di usia (kronologis) 70an atau kelihatan lemah fisiknya di usia (kronologis) 50an. The good news is while chronological age CAN'T BE reversed, the physiological age CAN BE reversed. Iya, umur fisiologis dapat dikembalikan - atau setidaknya diperlambat agar tidak berbanding lurus dengan umur kronologis. Dengan demikian, kita bisa punya umur kronologis yang panjang namun keadaan fisiologis yang baik - ini yang diinginkan semua orang. Buat apa umur kronologis yang panjang tapi keadaan fisiologi kacau balau, sakit-sakitan, organ-organ tertentu sudah tidak berfungsi... Hidup jadi sia-sia.

Jadi, bagaimana supaya jalannya umur fisiologis ini diperlambat? Agar sementara our chronological age bertambah terus, tapi our mechanical, physical, and biochemical functions of our body keep stable in doing their task? Caranya sederhana, yaitu melalui gaya hidup - both physical and spiritual.

In physical realm, memperhatikan siklus tidur dan memperhatikan pola makan itu penting. I rarely eat all kind of meat (chicken, beef or pork). Kalo misalnya di suatu resepsi pernikahan ada sajian berbagai makanan, lalu tersedia makanan daging dan sayur, yang saya pilih pasti sayur. Kalau ada pilihan minuman softdrink (bersoda) dengan air putih, saya akan langsung ambil air putih. Kalau di meja ada buah segar, saya akan pastikan -seberapa pun kenyangnya- untuk makan buah segar tersebut. Siklus tidur 6-8jam hari juga sangat penting. Yang dimulai pada pk. 10-12 malam, nggak lebih.

Spiritual realm is more important than physical realm. Because the spiritual realm can directly influencing and shaping the physical realm. Relationship with the most HIGH GOD, That Perfect Entity must be done DAILY trough prayer and meditating His Words. This is how our spirit gets refresh and renew every day, yang somehow akan memperbaiki mechanical and chemical funtions in our body (I've experienced it by myself). You have to do this in fully consciousness - dalam kesadaran penuh - bahwa kita berdoa, be-relasi with the most high GOD.

Also, di dimensi spirit ini, membenci, dendam, marah, bersifat egois, menindas orang lain dan menang sendiri definitely merupakan cara-cara terbaik untuk mempercepat menambah umur fisiologis - membuat organ-organ tubuh lebih cepat tua dari seharusnya. Tapi dengan memberi, murah hati, memaafkan, berkorban, rendah hati, tersenyum dengan tulus, dan bersyukur merupakan cara tepat untuk memperlambat (atau bahkan membalik) usia fisiologis menjadi tetap muda.

Pilihan ada di tangan kita. Usia kronologis nggak bisa distop (setidaknya untuk saat ini), tapi kita bisa mengontrol usia fisiologis kita.

Mau?

No comments:

Post a Comment