Friday, May 2, 2008

Bulan-bulan tesis - Episode: Selingkuh

As you might have known, semakin kita dewasa, semakin banyak pilihan dalam hidup. Nggak bisa nggak... Waktu masih SD, pilihan untuk sekolah nggak banyak2 amat, most likely, ortu yang milihkan. SMP ato SMA juga nggak banyak pilihannya... Tapi setelah lulus kuliah, tiba2 aja jadi banyak pilihan... Milih mo ngelanjutin sekolah lagi apa nggak, milih karir, milih bidang usaha yang mau ditekuni, milih calon istri (bagi yang cowok, sedangkan yang cewek nunggu untuk dipilih...). You know... all of a sudden jadi banyak pilihan dan kita, suka nggak suka, ya harus milih...

Buat saya... so far saya menjatuhkan pilihan untuk melanjutkan studi dan melakukan penelitian sekaligus work as an employee. Penelitian yang saya lakukan adalah meneliti tentang Jaringan Saraf Tiruan (JST) untuk mengenali mata uang (which is menggunakan algoritma quickprop yang sangat nggak penting utnuk dibahas lebih lanjut di blog ini). Dan betul sodara, saya jatuh cinta dengan JST ini. Potensi pengembangannya luar biasa... JST bisa dipake untuk menganalisa detak jantung dalam diagnosa penyakit jantung menggantikan peran seorang cardiolog (ato untuk analisa penyakit yang lain di bidang kedokteran), bisa dipake untuk menentukan unsur radioaktif dari pancaran spektrum suatu unsur ato senyawa, bisa dipake untuk prediksi harga saham (di bidang ekonomi), macem2... In fact, kalo kita pake smartphone yang punya teknologi voice recognition, konversi tulisan tangan ke teks, speech to text, itu semua menggunakan teknologi JST ini. Wow...! Itu sebabnya saya jatuh cinta sekali dengan JST... Walaupun akhirnya cinta saya itu menjerumuskan saya untuk berurusan kembali dengan kalkulus, vektor, matriks, turunan (diferensial) dan keturunan2nya yang tidak beradab itu.

Tapi somehow, sepertinya saya sedang mengalami tendensi untuk berselingkuh dengan topik lain. This topic came out from nowhere... Namanya Computer Forensic, basically mempelajari tentang komputer / data digital yang dapat dijadikan sebagai e-evidence dalam kasus2 terorisme, sabotase, cybercrime, hacking dll. In case ada kasus cybercrime dalam pengadilan, maka sangat perlu ada saksi ahli (ato penyidik) yang pakar dalam computer forensic ini... Nggak bisa nggak, dengan berkembangkan teknologi komputasi yang gila2an, pihak kepolisian sangat butuh orang2 yang pakar di computer forensic ini.

Saya searching di Internet tentang topik ini, melihat potensi pengembangannya dan pakar2 topik ini yang ada di Indonesia. Ternyata nggak banyak yg jadi pakar topik computer forensic ini, padahal ke depan akan sangat dibutuhkan. Lalu pencarian saya akan topik ini membawa saya ke Curtin University di Perth, West Australia. Sebuah universitas yang punya postgraduate untuk major Computer Forensic (coursework for 2 years)... Saya jadi punya impian untuk berkuliah di sana... Mungkin setelah saya menyelesaikan urusan saya dengan Jaringan Saraf Tiruan, saya akan "berselingkuh" dengan Computer Forensic ini (yang saya yakin tidak akan menjerumuskan saya ke dalam persamaan2 matematika yang tidak beradab itu...) Let's see apakah impian ini bernasib sama dengan dengan beberapa impian saya yang lain yang berakhir pada slot "impian2-yang-tidak-kesampaian-karena-suatu-dan-lain-hal" (Ide untuk membuka konsentrasi tambahan "Komputer Forensik" pada jurusan IT di Universitas M* C** juga cukup menggelitik saya... :) )

Now, tell me, isn't that true that the more we grew up, the more
choices we have?

Tapi, ah... meanwhile, mari kita menyelesaikan apa2 yang sudah kita mulai...! Setuju...?

No comments:

Post a Comment