Wednesday, March 5, 2008

Meekness

Meekness means kelemah lembutan. It's not talking about powerless, not talking about weakness, bukan juga berarti lemah gemulai, mudah ditindas atau selalu nurut. No! In fact, meekness berbicara tentang kekuatan. Once said that "Blessed are the meek for they shall inherit the earth."

Meekness adalah ketika kita ditindas, but yet we still stand for righteousness.
Meekness adalah ketika kita disudutkan, tapi kita tetap rendah hati.
Meekness adalah ketika orang lain berbicara buruk tentang kita, tapi kita tetap bisa tersenyum dan berdiri teguh karena kita tahu apa yang kita lakukan adalah benar.
Meekness adalah ketika orang membenci kita, melakukan sesuatu yang buruk, even membunuh karakter kita, tapi kita tetap berdiri kuat, kokoh tanpa berusaha melakukan pembalasan karena kita tahu bahwa pembalasan adalah bukan hak kita.

That's meekness.

We all are naturally born as a rebelian, pemberontak, kita lahir dengan ego yang besar, punya self defense yang tinggi, punya emosi untuk membuat musuh2 kita kalah, hati kita cenderung untuk "senang-lihat-orang-susah" dan "susah-lihat-orang-senang". Ketika ada orang lain mengusik ketenangan kita, naturally kita akan membela diri kita. Ketika orang menyudutkan kita dengan melakukan character assasination, naturally kita akan membela ego kita, ingin untuk membalas bahkan dengan lebih kejam. Ketika orang lain menyerang kita, once again, secara natural kita akan membangun tembok self defense kita. Very natural.

It takes mediocre, average people to do such things... Because we are naturally born in that way. No special if you take revenge to someone else. Nggak ada hebatnya ketika kita membalas dendam karena kita merasa layak untuk membalas. I don't feel that it is great when we deserve to take revenge and we do it. We don't need strength to take revenge to someone else.

BUT... IT TAKES VERRRRYYY STRONG MAN TO BE MEEK. When persecution comes, it takes meekness to stand still. Butuh orang yang luar biasa kuat untuk menjadi tetap lemah lembut even dia ditindas, dia dianiaya, dibunuh karakternya, difitnah, dan disudutkan... Butuh orang yang punya KEKUATAN EKSTRA untuk tetap diam, tidak membalas, dan tetap rendah hati ketika dia dianiaya baik secara mental maupun fisik.

I know, I'm not perfect. I'm not Mr. Perfect. I made mistakes lot of time. Sometimes, the mistake I've done took me to a place of persecution. Saya memilih untuk punya meekness terhadap apa yang sedang saya alami. Saya tahu Source of my strength is more than enough dan no matter what happen, pembalasan bukan hak saya.

Tell me, isn't that a beautiful life...?

No comments:

Post a Comment