Wednesday, March 12, 2008

I Will Survive

Kalo menurut kamu menjadi dosen itu suatu pekerjaan yang ringan, fun, santai, dapat dijalani dengan easy-going dan tidak terlalu banyak beban, cobalah untuk menjadi dosen di sebuah universitas yang baru tahun pertama berdiri, di mana semua administrasi, silabus mata kuliah, modul, dan bahan ajarnya dimulai dari NOL.

Kalo itu masih juga tidak terlalu berat, coba juga untuk mengajar 3 mata kuliah inti dengan masing-masing 4 SKS, 4 SKS dan 3 SKS di 3 kelas paralel dengan total mahasiswa 130. Lalu tambahkan aturan Universitas, bahwa akan ada kuis kecil setiap minggunya dan kuis besar setiap 4 pertemuan. Which is artinya setiap minggu harus mengoreksi SELURUH pekerjaan dan memberi nilai untuk SELURUH mahasiswa tersebut.

Kalo itu masih belum juga terlalu merepotkan, bagaimana kalo kamu menambah dengan keterlibatan dalam berbagai kepanitiaan universitas, seperti misalnya menjadi pewawancara untuk calon mahasiswa baru (which is dalam 1 hari bisa ada sampai 10 calon mahasiswa baru yang diwawancara), anggota inti dari Character Building Development Center yang perlu merumuskan hal-hal sehubungan dengan materi CBDC, dan anggota kepanitiaan acara festival untuk tahun ajaran mendatang yang perlu secara rutin rapat untuk membuat acara festival yang keren.

Kalo kamu masih merasa ringan dengan itu semua, kamu boleh juga menambah dengan jabatan sebagai pembina akademik untuk 20 mahasiswa yang berarti perlu spend waktu kalo mereka butuh konsultasi tentang studi mereka. Juga tambahan jabatan sebagai mentor dari 15 mahasiswa, yang mana harus bertanggung jawab untuk membentuk karakter mereka agar mereka dapat punya karakter tangguh, disiplin, jujur, ulet selama 4 tahun ke depan.

Kalo kamu masih juga bisa mengatasi, challenge sebagai dosen berikutnya adalah bahwa kamu membuka diri untuk mahasiswa yang mengalami kesulitan pada mata kuliah yang kamu ajar, yang artinya anytime akan ada mahasiswa yang datang untuk bertanya topik dari mata kuliah yang tidak mereka mengerti. Iya, anytime.

Lalu bagaimana jika ditambahkan kewajiban untuk menulis artikel dan membuat buku karena itu adalah salah satu dari tugas dosen yang harus dipenuhi untuk kepentingan Universitas. Ok, dengan deadline bulan Maret untuk artikel dan Juni untuk buku.

Kalo masih terlalu ringan, cobalah tantangan yang terakhir yaitu kamu sedang menyelesaikan studi S2 kamu... yang berarti harus spend waktu untuk belajar dan melakukan research tentang Steganografi dan Enkripsi sebagai topik tesis untuk kelulusan kuliah. Ok, ini juga dengan deadline bulan Juni tahun ini.

Not to mention about your daily personal live such as cell group meeting, church stuffs, daily devotion, build relation with others, etc.

Kalo semuanya bisa kamu lewati dengan sukses... Rasanya saya perlu ketemu kamu, untuk berguru dan belajar how to survive in that kind of situation. Karena sepertinya in some area, i feel like that I'm gonna fail... My thesis for example.

But... kalo kamu mengalami itu semua, most probably there are some fun parts being in that situation, like what has happened to me...:

Satu. Saya sering lupa membawa spidol ketika masuk ke kelas. Lalu baru sadar bahwa spidolnya ketinggalan di ruang saya ketika sudah di depan mahasiswa dan hendak menulis sesuatu di white board - sehingga saya akan meminjam spidol atau menyuruh seseorang mengambil spidol di ruang saya.

Dua. Saya sering tiba-tiba kehilangan satu kata penghubung ketika menjelaskan di depan kelas. Selama kata penghubung ini masih belum berhasil diingat, kata2 berikutnya juga tidak akan pernah bisa keluar yang berakibat mahasiswa saya akan membantu mengingatkan kata penghubung tersebut dengan cara menebak2 - alhasil kata penghubung tersebut semakin sulit untuk ditemukan karena gangguan konsentrasi.

Tiga. Botol Aqua tempat minum saya pernah ketinggalan di toilet dan baru sadar kalau saya kehilangan botol Aqua setelah 2 jam. Dan selama 30 menit saya berusaha mengingat-ingat di mana terakhir meletakkan botol Aqua dengan bermacam-macam dugaan, seperti ketinggalan di mobil, di kelas, di kantin sampai dugaan seseorang mengambil botol Aqua tersebut.

Empat. Waktu masuk kelas untuk mengajar, saya pernah baru menyadari bahwa saya lupa mengkopi materi presentasi yang mau diajarkan. Mau tidak mau, saya terpaksa kembali ke ruangan saya dan mengkopi file presentasinya. Lalu setelah saya kembali ke kelas, ternyata kabel datanya tertinggal saat saya mengkopi file tadi, sehingga harus bolak-balik kayak setrika.

Lima. Saya pernah lupa membawa kunci ruangan saya ketika saya sudah sampai di kantor. Mengingat jarak rumah dari kantor adalah 30 menit dengan kendaraan bermotor atau ekivalen dengan 1 jam naik kuda atau ekivalen 1 hari berjalan kaki, maka saya memutuskan untuk meminjam kunci cadangan dari security. Kejadian itu membuat saya memutuskan untuk menggabungkan kunci ruangan dengan gantungan kunci mobil. Tapi pada hari Sabtu pagi yang cerah, ketika saya tiba di kantor dengan naik sepeda motor, saya baru sadar bahwa kunci sepeda motor bukanlah kunci mobil which is nggak ada kunci ruangan saya. Rasanya pingin garuk2 aspal.

Enam. Ada tempat-tempat di mana bolpen saya sering ketinggalan, yaitu ruang kelas, ruang rapat, dan kamar tidur di rumah. Setidaknya sudah 3 bolpen hitam dan 1 bolpen merah yang saya beri status: missing in action.

Tujuh. Saat saya mau pulang dan di tempat parkir saya pernah lupa di mana memarkir mobil - sehingga akhirnya disiasati dengan memarkir mobil di tempat yang sama setiap hari.

Delapan. Dalam situasi seperti ini nafsu makan saya bertambah. Yang mana mempertajam visi tahun ini, yaitu menambah berat badan sebesar 5Kg.

Sembilan. Di tengah2 keasyikan menulis blog seperti ini, saya sering tiba2 sadar bahwa ada kerjaan yang belum saya selesaikan... Dan tell me, kenapa kamu juga masih asyik membaca posting ini...?? Hei, get your job done...!!

No comments:

Post a Comment