Sunday, October 7, 2007

In the name of Love

"Jadi, kamu melakukannya?", tanyaku.

"Ya...!" Jawabnya dengan bangga, "Waktu itu papa mama nya keluar. Di rumah hanya ada kami berdua... Tahu kan...?" Dia tersenyum sebelum melanjutkan, "Kalo pacaran di satu ruang tanpa ada orang lain yang ngeliat, ya pasti itu terjadi..."

"..." Aku speechless.

"Tapi kami cuman " + sesuatu-yang-nggak-lolos-sensor-di-blog-ini + "aja kok, gak sampe bener-bener have sex. Kita tau dirilah... " Sambungnya, masih tetap menceritakannya dengan nada bangga.

Yang cowok seumuran dengan aku. Yang cewek lebih muda 4 taon dari si cowok. Mereka sudah jadian 2 bulan. Lalu atas nama "cinta" mereka melakukan "sesuatu-yang-nggak-lolos-sensor-di-blog-ini". Lima bulan kemudian mereka putus seolah-olah tidak saling mengenal satu sama lain...

---------

"Tau nggak? Ciuman apa yang paling indah itu...?" Tanyanya. Aku memandangnya, lalu mulai memikirkan pertanyaannya...

"Emm... First kiss dari pacar?" Tebakku.

"Ya, benar... First kiss itu ciuman yang terindah. Buat kami..." Dia menoleh ke istrinya, "... first kiss kami adalah benar-benar yang terindah." Lalu mereka berdua tersenyum, memandangku dengan pandangan "pasti-kamu-nggak-akan-mengerti"

Aku semakin penasaran... "Eh, cerita dong first kiss kalian...? Di mana melakukannya...?"

"First kiss kami... di depan banyak orang." Mereka tersenyum lagi.

Hei, ini menarik.

"Loh... Kok bisa?" Tanyaku

"Selama 3 tahun jadian, kami melakukan first kiss di... " Dia berhenti, membiarkan aku memandang dengan penasaran, "di... depan altar, setelah pendeta memberkati kami... Itulah first kiss kami... Itulah pertama kalinya aku menempelkan bibir dengan penuh cinta di bibirnya..."

Aku terkesan... Oh, so sweeeeetttt...! Rasanya hampir menangis aku mengetahui hal itu... (Dalam hati aku bertekad melakukan yang hal sama, eemmm, maksutnya... first kiss di depan altar ya - bukan melakukan menempelkan bibirku di bibir istrinya)

Si cowok begitu menjaga "harkat-martabat-kehormatan-kesucian-kekudusan-atau-apapun-kalian-menyebutnya" dari si cewek. Semua dilakukan atas nama... "cinta".

-----------------------

Pasangan pertama melakukan "sesuatu-yang-nggak-lolos-sensor-di-blog-ini" atas nama "cinta". Mereka saling mencintai lalu melakukannya. Pasangan kedua menjaga untuk tidak melakukan "sesuatu-yang-nggak-lolos-sensor-di-blog-ini" juga atas nama "cinta". Mereka menjaga untuk tidak melakukan itu karena saling mencintai.

Aneh ya, orang bisa melakukan dua hal yang sangat berbeda tapi dengan alasan yang sama...?

Aku pribadi, in the name of love, setuju dengan apa yang dilakukan pasangan kedua. Aku pingin nantinya bisa menjaga our purity di hadapan Tuhan (kalo sudah in relationship pasti...) Dan bisa menceritakan ke anak-anak kami bahwa kami melakukan first kiss setelah pendeta mengatakan, "Now, I pronounce you as husband and wife... You may kiss your bride..." Kami akan bisa dengan penuh integritas mengatakan dan mengajarkan kepada anak-anak kami untuk menjaga kekudusan... Bukan, seperti ayah yang melarang anaknya merokok tapi dia sendiri merokok.

Lord, help me... in the name of love, to keep my next relationship pure and holy in Your eyes. Amin.

(I really want to hear from Girl's view... Girls, wanna say sumthing bout this? )

No comments:

Post a Comment