Tuesday, September 18, 2007

Kenapa Fitness Center Laris di Indonesia?

Di Indonesia itu, terbukti otot lebih bicara banyak ketimbang hukum. Contoh: Mobil Visto hitam dipotong oleh sepeda motor Yamaha di jalan Tidar Malang. Tebak apa yang terjadi? Yang terjadi adalah... Si pengemudi jatoh (pengemudi motor ya, bukan pengemudi Visto) dan bemper kiri mobil Visto jadi penyok... Lalu? Karena si pengemudi motor lebih punya otot (baik itu otot leher maupun otot lidah), si pengemudi segera minta ganti rugi dan gak peduli apakah dia salah ato bener. Bapak parkir yang menyaksikan kejadian tersebut tidak berani menjadi saksi untuk urusan polisi... Kenapa tukang parkir takut? Penyebabnya satu hal, karena si pengemudi ber-otot (yang mana otot tersebut bisa membuat si tukang parkir tidak dapat menjadi tukang parkir selama seminggu).

Nah, terus terang, itu adalah kabar yang menyedihkan bagi yang nggak punya otot. Itu sebabnya bahwa fitness center selalu laris manis, tujuannya satu, membesarkan otot...

Mungkin 10-20 taon, otot akan dikaji secara mendalam di Indonesia. Lalu menjadi jurusan bergengsi di sekolah-sekolah dan universitas. Ibu-ibu akan bangga sekali jika anaknya berhasil masuk Universitas Otot Indonesia, atau Sekolah Tinggi Otot Nasional atau International University Muscle. Yang terpilih jadi rektor, tentu bisa dibayangkan... Otot-ototnya menonjol di tempat-tempat yang semestinya. Maka tren karir ke depan di Indonesia sudah bisa ditebak, yang berotot akan punya karir yang lebih baik.

Begitu juga saat pengumuman SPMB, akan ada teriakan-teriakan bahagia...

"HORREEE... AKU BERHASIL DITERIMA DI UNIVERSITAS OTOT INDONESIA... YESS...!!"



No comments:

Post a Comment