Friday, October 20, 2006

Kenapa beda?

Suatu hari, ada sebuah pertanyaan yang tiba2 muncul di benakku. Seandainya, ada dua anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang sama, dididik dengan cara yang sama, diperlakukan dengan sama sejak kecil, lalu apakah mereka juga punya nasib yang sama?

Jawabnya, jelas tidak. Dijamin, nasib mereka pasti berbeda. Mereka nggak akan mengalami musibah ato dapet rejeki pada hari yang sama, mereka nggak akan menikah pada hari yang sama, mereka nggak akan punya anak pada hari yang sama (dengan jenis kelamin yang sama atau bahkan namanya juga sama), hidup mereka nggak akan sama. Loh, kan mereka diperlakukan sama sejak kecil? Mereka punya latar belakang keluarga yang sama? Iya, tapi jelas hidup mereka nggak akan bisa sama satu sama lain. Pertanyaannya: Kenapa beda?

Btw, aku pernah ke Panti Asuhan Eben Haezer, Batu. Di sana, aku ketemu dengan 70-an anak2. Mereka berada dalam satu tempat yang sama, berinteraksi dengan teman yang sama, diajar di sekolah yang sama, dan punya gaya hidup yang sama. Tapi Panti Asuhan tersebut nggak menghasilkan anak2 yang sama. Ke-70 anak tersebut, nggak ada yang sama. Ada yang pendiam, ada yang pemalu, ada yang suka ngomong, ada yang suka memimpin, ada yang tegas, ada yang selalu ragu2, ada periang, ada yang pemurung... Tempat yang sama. Lingkungan yang sama. Pendidikan yang sama. Perlakukan yang sama. Tapi hasilnya berbeda. Pertanyaannya: Kenapa beda?

Kalo dengan lingkungan yang sama, bisa menghasilkan produk yang berbeda, apalagi jika kita dibesarkan dalam lingkungan yang berbeda. Hasilnya jelas beda. Kamu bisa ketemu dengan orang sukses (ato kamu sendiri sudah sukses?), yang apapun yang diperbuatnya nampaknya selalu berhasil, kamu bisa ketemu dengan orang yang setengah sukses yang kadang berhasil, kadang gagal. Kamu bisa ketemu orang yang selalu gagal... Kalo di sekolah, kamu bisa ketemu dengan anak yang pinter (yang kayaknya ngerti semua pelajaran), kamu bisa ketemu dengan anak yang kayaknya nggak isa ngerjakan apapun dengan bener, kamu bisa ketemu dengan anak yang nggak menyenangkan, yang sering bikin temen2 yang laen jengkel, kamu bisa ketemu dengan anak yang cuek yang nggak peduli ma apapun selain dirinya sendiri.

Kenapa beda? Kenapa ada orang sukses dan ada yang nggak sukses? Bukannya kita semua diciptakan oleh Tangan yang sama? Bukankah kita semua ini kreasi dari Almighty God yang sama? Ada di antara pembaca blog ini yang nggak diciptakan oleh Tuhan? Keluar dari tanah secara spontan mungkin? Kalo seandainya ada, ya nggak perlu dipermasalahkan lagi kenapa kita bisa berbeda. Tapi yang menarik itu bahwa kita adalah kreasi dari Tangan yang sama. Kenyataannya, dari ciptaan tersebut ada yang sukses dan ada yang nggak sukses. Ada yang menyenangkan dan ada yang nggak menyenangkan. Ada yang periang dan ada yang pemurung. Ada yang pinter dan ada yang nggak pinter. Pertanyaannya: Kenapa beda?
Ya, memang kita dilahirkan dengan bakat yang berbeda2. Dengan sifat yang berbeda2. Dengan bentuk fisik yang berbeda2. Tapi jelas, bukan faktor2 itu yang menentukan orang jadi sukses ato nggak. Aku sering liat seorang dengan bakat musik jadi sukses di bidang musik terkenal dan menghasilkan banyak uang (make sense ya? punya bakat musik, lalu sukses). Jadi kesuksesan untuk orang yang punya bakat musik doang? Nggak juga, aku malah lebih sering ngeliat orang yang nggak punya bakat musik tapi bisa lebih sukses dari mereka yang punya bakat musik (jadi pengusaha misalnya).

Dan gawatnya, aku punya temen yang bakat musiknya LUAR BIASA (with capital word), bayangkan hanya dengan 1.5 jam perminggu les piano, nggak punya piano ato alat musik apapun di rumahnya (artinya dia cuman blajar piano ketika les), baru les sekitar 3-4 bulan, tapi dia bisa juara SATU lomba piano tingkat kota(!) (btw, namanya lomba piano ya?). Yang pernah ikut lomba piano (terutama yang nggak perna dapet juara), pasti ngerti bener seberapa berbakatnya temenku ini. Tapi dengan bakat kayak gitu, apa dia sukses? Ternyata nggak juga. Les pianonya ditinggalkan, aku nggak perna denger dia maen piano lagi... (aku pingin banget ngeliat dia isa sukses dengan bakatnya yang luar biasa).

JK Rowling jelas punya bakat menulis dan dia sukses (kalo ukuran sukses adalah menghasilkan uang banyak, ya, JK Rowling luar biasa sukses). Apa sukses cuman bisa diraih oleh yang terlahir dengan bakat menulis? Nggak... Aku punya temen yang punya bakat nulis luar biasa, tapi dia nggak sukses. Kalo mau diitung, emang porsi bakat nulis yang dikasi Tuhan ke dia itu cuman 1/2 dari bakat nulisnya JK Rowling, tapi apa yang dihasilkan temenku 1/2 dari yang dihasilkan JK Rowling? Ternyata nggak. Yang dihasilkan temenku bahkan nggak sampe 1/100-nya yang dihasilkan JK Rowling, padahal bakatnya 1/2nya JK Rowling).

Kalo kamu jeli ngeliat dunia luar, kamu bisa ngeliat banyak orang dengan bakat2 luar biasa di diri mereka, tapi nggak sukses dan ada orang dengan bakat biasa saja, tapi ternyata bisa sukses luar biasa. Bakat nggak pernah jadi ukuran kesuksesan. Jadi apa? Fisik? Fisik yang cakep itu penentu kesuksesan? Nggak juga. Banyak orang sukses yang nggak cakep (bisa ngasih contoh? Aku punya banyak contoh, cuman nggak tega aja aku mengetik daftar orang2 nggak cakep - walopun mereka sukses sih - jadi coba kamu cari contoh ndiri deh, nggak cakep tapi sukses...) dan banyak orang cakep yang ternyata nggak sukses (tapi kalo aku mah, orang cakep yang sukses, hehe2...). Sukses dan fisik ternyata juga nggak berhubungan.

Ada faktor X yang menentukan kesuksesan. It's not about the talents you have. It's not how smart you are in school. It's not about your outlook. So... Is it about... GOD? Ternyata bukan juga. Ada orang2 yang nggak percaya Tuhan tapi sukses luar biasa (skali lagi, aku nggak berani nulis orang2nya... Yakin deh, kamu bisa dengan gampang nyari contoh orang sukses yang nggak percaya ma Tuhan), dan gawat juga ketika tahu bahwa justru ada banyak orang yang kliatannya rohani banget, rajin ibadah, tapi ternyata malah nggak sukses (ini yang bikin banyak orang nggak percaya dan nggak punya iman ke Tuhan). Aku kasih tau nanti knapa bisa terjadi kayak gitu.

Jadi faktor X sukses itu apa?

I’ll tell u, success is about your attitude. Sukses adalah tentang sikap! Sikap apa? Sikap mental, sikap hati dan sikap rohani.I'm me because mental_attitude+heart_attitude+spiritual_attitude. We are what we are today because the sum total of our attitude.

Kalo kamu ngalami suatu kejadian yang nggak enak, gimana mental attitude (pikiran) kamu? Gimana heart attitude (hati) kamu? Gimana spiritual attitude kamu? Apa kamu masih bisa berpikir dengan positif (it’s about ur mental attitude)? Apa kamu masih punya hati untuk menerima kejadian itu (it’s about ur heart attitude)? Apa kamu masih percaya bahwa Tuhan itu baik (it about ur spiritual attitude)? Bahwa Tuhan adalah segalanya?

Success equation:
Mental_attitude + Heart_attitude + Spiritual_attitude = Success_factor.

Kembali ke temenku yang punya bakat musik yang luar biasa tadi. Kenapa dia nggak sukses sementara ada orang2 yang bakatnya nggak lebih baik dari dia, tapi bisa sukses luar biasa. Ternyata nilai2 untuk mental_attitude, heart_attitude dan spiritual_attitude dari temenku ini nggak terlalu tinggi. Sehingga success_factor yang didapat juga nggak tinggi. Temenku nggak pernah berpikir bahwa musik itu sesuatu yang menarik untuk didalami. Baginya musik hanya sekedar musik. Toh, banyak orang bisa. Kalopun aku nggak pinter musik, so what? Aku nggak rugi apa2. Nggak perlu lah diseriusi sebagai karir, nggak penting... See? Mental attitude ini seharusnya bisa diperbaiki. Dia juga nggak punya heart attitude yang baik. Dia nggak punya desire di musik. Nggak punya passion, nggak ada gairah untuk belajar musik. Heart attitude. Dan, yang gawat, dia nggak menghargai talent musik yang dipunyai sebagai anugerah dari Tuhan yang harus dikembangkan. Yang harus ditekuni agar orang laen bisa ngeliat dia, bisa ngeliat bahwa Tuhan yang ngasih dia talent itu, adalah Tuhan yang luar biasa. Dia nggak punya spiritual attitude. Make sense kenapa dia nggak sukses walopun dia punya bakat musik yang luar biasa?

Kalo kamu mau belajar mengamati di kehidupan ini kenapa orang nggak isa sukses, kamu akan menyadari bahwa mental attitude, heart attitude dan spiritual attitude yang dipunyai nggak cukup besar untuk mendongkrak nilai success factor.
But friends, I’ll tell u, ada hukum2 yang udah ditetapkan oleh Tuhan di dunia ini, yang berlaku baik untuk mereka yang percaya Tuhan maupun yang nggak percaya ma Tuhan. Hukum gravitasi, akan selalu membuat orang jatuh ke bawah, nggak peduli dia percaya Tuhan ato nggak. Petani yang nggak percaya Tuhan juga ngerti kalo dia ingin memanen hasil, maka dia harus menabur benih dulu. Hukum itu berlaku untuk semua orang.

Hukum sukses juga sama. Success equation berlaku untuk semua orang. Spiritual attitude nggak begitu diperlukan untuk mengejar kesuksesan di dunia (di dunia ya!) Walopun hanya punya mental attitude dan heart attitude yang baik, ternyata orang bisa kok sukses menurut ukuran dunia ini. Karena dunia ini mengukur kesuksesan lewat materi. Dan dengan bermodalkan mental attitude dan heart attitude yang baik, orang bisa sukses secara materi. Itu menjelaskan kenapa meskipun banyak orang yang nggak punya spiritual attitude (nggak percaya Tuhan pun), bisa jadi orang sukses. Aku punya kenalan (udah berumur) yang sukses banget. Punya usaha dengan omzet ratusan juta per hari(!). Dia believe in God (percaya kalo Tuhan ada), tapi nggak trusting in God (nggak surrender ke Tuhan, nggak beriman bahwa Tuhanlah yang punya segalanya, Tuhanlah yang berkuasa atas dunia ini). Menurut dia, smua yang dia dapet adalah karena usaha dan kerja kerasnya, Tuhan cuman penonton. Knapa dia bisa sukses walopun nggak punya spiritual attitude? Karena dia seorang pekerja keras, ulet, dan bermental baja (punya mental attitude yang bagus). Dia juga punya heart attitude yang baik, dia selalu jujur, nggak mau nipu orang laen, berusaha baik ke semua klien-nya dan ramah ke orang lain. Jadi dia sukses walopun nggak punya spiritual attitude. Sukses di dunia iya. Tapi setelah hidupnya berakhir di dunia, maka spiritual attitude jadi suatu hal yang penting.

So, kembali ke pertanyaan di awal, kenapa beda? Kenapa ada orang sukses dan ada orang yang nggak sukses? Kenapa walopun kita dibesarkan dengan pendidikan yang sama, tapi ternyata kesuksesan masing2 bisa berbeda? It’s all about your attitude.

[Success equation: Mental_attitude + Heart_attitude + Spiritual_attitude = Success_factor]

No comments:

Post a Comment