Saturday, September 2, 2006

Algoritma Menikah

Begini, saya ini orang teknik. Jadi otaknya bener2 otak teknik. Semua masalah harus dipecahkan dalam prosedur yang lebih kecil sehingga akan lebih mudah diselesaikan. Misalnya dalam hal menikah saya punya algoritmanya... Dan saya pikir, algoritma ini berlaku hampir untuk semua orang normal di zaman modern ini.

Nah, ini adalah algoritma menikah (pihak cowok) menurut versi Windra (kalo kalian punya algoritma dengan tingkat efisiensi yang lebih baik, boleh juga di-share).

  1. Berkenalan dengan cewek.

  2. Apakah cewek itu cocok dengan yang diinginkan? Jika ya, ke langkah 3, jika tidak ke langkah 1.

  3. Lakukan proses pendekatan.

  4. Apakah si cewek menunjukkan respon positif saat didekati? Jika ya, ke langkah 5. Jika tidak ke langkah 3 atau 1 (disesuaikan dengan sikon).

  5. Segera nyatakan "cinta" dan mulai berpacaran.

  6. Proses berpacaran. Apakah ada masalah? Jika ya ke langkah 7. Jika tidak ke langkah 9.

  7. Mencari solusi.

  8. Jika solusi tidak ditemukan, putus. Pergi ke langkah 1.

  9. Sudah siap untuk menikah? Jika ya ke langkah 10, jika tidak ke langkah 6.

  10. Menikah.

Setelah saya pelajari lagi, ternyata algoritma menikah saya ini mirip dengan permainan ular tangga. Tujuannya adalah ke petak nomer 10 (yaitu menikah). Tapi gawatnya banyak sekali ular yang bikin kita balik ke nomer 1... Perhatikan sekali lagi algoritmanya. Setidaknya ada 3 nomer yang bisa bikin kita balik ke nomer 1 (yaitu di langkah 2, 4 dan 8), sementara petak yang dapat membuat ke langkah nomer 10, hanya 1 nomer yaitu di nomer 9. Apa artinya? Secara probabilitas, kemungkinan untuk menuju ke nomer 10 itu kecil.

Yang lebih gawat lagi, kita nggak punya dadu saat menjalankan permainan ular tangga ini. Nggak ada ceritanya, lawan menunggu giliran untuk melempar dadu kayak di permainan ular tangga sebenarnya. Nggak ada yang namanya giliran, yang ada siapa cepat dia dapat. Nah lo!

Setelah saya pikir2 lagi, ternyata algoritma menikah untuk pihak cewek, sedikit berbeda dari pihak cowok (dan kalo diitung2 tingkat kompleksitas-nya lebih tinggi ketimbang algoritma menikah pihak cowok).

Algoritma menikah (pihak cewek):

  1. Berkenalan dengan cowok

  2. Apakah cowok itu cocok dengan yang diinginkan? Jika ya, ke langkah 3, jika tidak ke langkah 1.

  3. Repeat
    Until (Cowok itu pdkt) ato (dapet kenalan baru lagi)

  4. Jika dapet kenalan baru lagi, ke langkah 1.

  5. // jika sampai tahap ini berarti cowok itu sudah melakukan PDKT
    Repeat
    Until (cowok itu menyatakan cinta) ato (dapet kenalan baru lagi)

  6. Jika dapet kenalan baru lagi, ke langkah 1.

  7. Proses pacaran. Apakah ada masalah? Jika ya ke langkah 8. Jika tidak ke langkah 10.

  8. Mencari solusi.

  9. Jika solusi tidak ditemukan, putus. Pergi ke langkah 1.

  10. Sudah siap untuk menikah? Jika ya ke langkah 11, jika tidak ke langkah 7.

  11. Menikah.

Ada 11 langkah. Dan gawatnya, pada algoritma menikah cewek, ada looping ato perulangan (yaitu di langkah 3 dan langkah 5). Pada sebuah program komputer, proses looping adalah suatu proses yang membutuhkan waktu (time consuming). Program akan terus berulang hingga suatu kondisi terpenuhi.

Contoh gampangnya, lihat pada langkah 3.
Repeat
Until (cowok itu pdkt) ato (dapet kenalan baru lagi).

Kasusnya, seorang cewek udah ngerasa cocok dengan seorang cowok yang baru dikenalnya. Maka, cewek itu akan mengalami suatu proses perulangan (lihat algoritma di langkah 3), yaitu menunggu. Nah perulangan ini bener2 time consuming. Iya kalo cowoknya pdkt? Kalo cuman pengen temenan doang? Mo sampe kapan nunggunya...? Itu sebabnya, pada kondisi diberikan: Until (cowok itu pdkt) ato (dapet kenalan baru lagi). Jadi kalo cowok itu kayaknya nggak bakalan (ato keliatannya nggak ada harapan untuk pdkt ke si cewek), si cewek bisa memotong perulangan dengan kondisi si cewek dapet kenalan cowok baru lagi (ato kembali ke langkah 1). Kalo ular tangga, ini adalah ularnya... kembali ke langkah 1 lagi. Capek ya? Iya emang. Namanya juga maen ular tangga.

Terus di langkah 5, ada perulangan lagi (yang artinya time consuming) lagi. Ini adalah proses menunggu si cowok menyatakan cinta. Misalnya, kliatannya si cowok itu pdkt, care ke si cewek, sering ngajak keluar, nge-date bareng... tapi dia nggak pernah menyatakan cinta... ya jadi ngambang. Si cewek menunggu tanpa kepastian (time consuming). Tapi sekali lagi perulangan ini bisa di-cut dengan penambahan kondisi (dapet kenalan baru) dan kembali ke langkah 1 (dapet ular lagi). Make sense ya?

[buat para FCT yang udah merried: inget nggak pas kuliah dulu aku yang dulu ngajarin kalian mata kuliah algoritma dan pemrograman, tapi kok bisa ya kalian lebih pinter menerapkan algoritma menikah ketimbang aku...??]

1 comment:

  1. setuju cumma lebih diteil per bagian .mkn lebih manfaat kalo pdft dengan cewek gunakan algoritma dengan outputnya (hasilakhir) jadian

    ReplyDelete