Wednesday, June 7, 2006

Otak Teknik vs Otak Seni

Minggu lalu adalah minggu desain. Aku diminta mendesain spanduk, brosur, poster, dan baliho dalam rangka Youth Alive Conference 2006... Aku itu bukannya nggak mau bantu desain... Aku ngerti make Photoshop ato pake CorelDraw. Tapi otakku ini otaknya orang teknik, yang mana sisi seninya kurang banget.

Aku mesti trial and error pas nggabung2 warna, naroh warna di sini, naroh efek ini di situ, bikin teks dengan font itu, ngasih background ini... Masalah gitu2 itu, pasti isa dibayangkan dengan gampangnya oleh mereka yang punya otak seni (ato yang kecerdasaan spasialnya tinggi, yang mana aku nggak). Kalo aku lagi ndesain, pasti lebih banyak merenung ketimbang ngerjain desainnya. Merenung buat cari ide warna apa yang cocok, perlu ditambah efek apa biar lebih eye catching dan macem2... Mereka yang punya otak seni sih, bisa langsung ngerti urusan gitu2...

Buat otak teknik kayak aku, mending dikasi step2 untuk bikin gambar ini, warna itu, background ini, teks ini ketimbang harus mendesain di bidang yang kosong sama sekali. Orang teknik emang terlatih buat kerja secara sistematis dengan urut2an yang jelas, yang mana mendesain sama sekali nggak punya urut2an yang jelas. Maksutnya, pas mendesain itu nggak ada panduan yang jelas harus mulai dari mana. Buat aku, membuat desain yang bagus itu sulit, kecuali dengan motivasi yang tinggi. Misalnya, mendesain kartu ucapan ulang tahun buat the-girl-who-initial-name-P... Wah, aku bisa rela spend berjam2 demi mendapatkan desain yang terbagus... Hehe2... tapi ultahnya dia itu tanggal brapa ya? aku taunya bulan desember doang, tapi tanggalnya nggak tau pasti. Kata the-girl-who-has-initial-name-P aku harus usaha sendiri buat nyari tau... (alo! ada yang mau bantu aku? Teppy, cc km itu tanggal brapa sih ultahnya?)

Baliho Where was I? Oh, iya... akhirnya jadilah desain brosur, poster, baliho, dan spanduk (yang mana ada bantuan dari Emmi). Gambar di samping adalah desain untuk baliho yang kemungkinan dalam satu minggu ini bisa kamu liat di jalan Semeru ato traffic light dekat PLN pusat (Jl. Basuki Rahmat). Iya, itu adalah hasil desain dari otak teknik yang "dipaksa" untuk menggunakan otak seni-nya yang pas2an.

[buat yang punya otak seni: aku kagum!]

No comments:

Post a Comment