Sunday, June 18, 2006

Circle of Influence

Ya, itu adalah ajakan untuk mempengaruhi dunia ini. U know, dunia yang kita tinggali bener2 bukan perfect world yang mana kamu bisa dengan gampang percaya ma orang laen, yang mana orang bisa dengan gampang sirik hati sama kamu, yang mana kamu akan ketemu dengan bermacam2 jenis frenemy... Intinya, dunia ini adalah dunia yang sedang berjalan dari kondisi yang bad menuju ke kondisi yang worst. Setuju?

Ok, let me explain. Ini bukan masalah cara pandangku yang negatif. Tapi kalo kamu ada dan berhubungan dengan orang2 di dunia ini, kamu PASTI akan ketemu dengan banyak hal yang negatif. Itu nggak isa dihindari... Kamu akan ketemu dengan frenemy yang menggosipkan dan menjelek2kan kamu dengan ganasnya. Kamu akan ketemu dengan frenemy laen yang ngemplang uangmu. Kamu akan ketemu ma frenemy yang setiap diajak bicara selalu ngomong negatif. Kamu akan ketemu dengan frenemy yang dengan teganya memanfaatkan kamu demi kepentingan pribadinya. Ato kalo itu masih dalam kategori frenemy, at least itu masih dalam kategori friend (ya walopun dia enemy). Kalo kamu lebih lama lagi terjun di dunia ini, bukan cuman frenemy yang bakal kamu temui. Kamu akan ketemu ma orang2 yang tega untuk menipu kamu. Kamu akan ketemu ma orang2 yang punya bad attitude yang sangat mengganggu hidupmu (dan bikin kamu stress). Kamu akan ketemu ma orang2 yang (baik karena tanpa alasan yang jelas ato karena status sosial kamu ato karena keyakinan yang kamu anut) membenci ke kamu. You mention it!

Udah ngalami hal2 itu kan? See? Ini bukan masalah cara pandang yang negatif. Ini adalah fakta tentang dunia ini, yang mana akan (ato sudah?) kamu hadapi. Yap, welcome to the world.

Ya, ok... kamu mungkin punya bestfriend (kayak aku yang juga punya kakak2 rohani yang luar biasa, yang mau membimbing aku dengan tulus, juga temen2 FCTs yang hingga hampir 10 tahun pertemanan kami, kami masih saling kontak dan saling mau bantu dengan tulus). Kalo kamu juga punya bestfriend, that's good. Pertahankan itu, jangan menjadi frenemy buat dia. Pengalamanku, kita nggak akan pernah tau kapan dan lewat siapa Tuhan itu mengirimkan bantuannya ke kita. Kita nggak akan pernah tau temen yang mana yang isa bantu kita ketika kita ada masalah. That's why aku berusaha untuk menghargai pertemanan. Semakin banyak temen, semakin banyak saluran bantuan ketika kita berada dalam masalah (apalagi kalo kamu adalah temen yang punya good attitude, mau bantu dengan tulus temen2 kamu... pasti kamu juga akan dengan gampang dibantu ma temen2 kamu ketika kamu dalam masalah... inget pepatah, apa yang kamu tabur itu yang kamu tuai).

Tapi sekali lagi, kita berada di so... so imperfect world. Ini dunia yang masih penuh dengan hal2 yang negatif. Orang bisa dengan gampang menipu orang laen (bahkan nipu sodara sendiri). Orang bisa dengan gampang ngomong hal2 yang negatif tentang orang laen (bahkan ngomongin sodara sendiri). Orang bisa dengan gampang ngambil duit yang bukan haknya (garink: korupsi). Orang bisa dengan gampang selingkuh dan menyakiti pasangannya (oh, maap kalo contoh ini bikin seseorang jd inget bagaimana diselingkuhi pacarnya, tapi as I told u, dunia ini bener2 bukan perfect world), orang bisa gampang bermusuhan satu sama lain, menyimpan dendam satu sama lain (bahkan dendam ke sodara sendiri)... Lalu pertanyaannya, sapa yang harus disalahkan untuk ketidaksempurnaan dunia ini? Bukan salah pemerintah kalo ada oknum2 yang korupsi. Bukan salah agama kalo ada yang jadi teroris. Bukan salah keluarga kalo ada yang anak2nya terlibat narkoba. Lalu siapa yang harus disalahkan untuk hal2 negatif yang terjadi di dunia ini...?

Nggak perlu meng-kambing-hitamkan dan menunjuk siapapun untuk ke-tidak-sempurnaan dunia ini. Dunia ini nggak akan pernah jadi sempurna. Selama dunia masih ada, maka semua ketidaksempurnaan akan tetap ada. Semua hal2 yang jelek akan tetap menjadi bagian dari dunia ini. Kamu boleh ada di dunia ini, tapi jangan PERNAH jadi bagian dari dunia yang tidak sempurna ini. Maksutku, instead of kamu ikut2an cara kerja dunia (dengan semua hal yang negatif itu), kamu mending jadi someone yang isa influence the world to be a better place. Sebenernya di manapun kamu hidup, kamu itu punya circle of influence. (Ok, semua manusia punya circle of influence yang mana circle of influence ini akan mempengaruhi orang2 yang ada di dalam circle of influence ini). Contohnya orang2 yang ada di dalam circle of influence-ku adalah my own family, rekan kerja, temen2, murid2ku (walo influence-nya mungkin nggak terlalu besar), dan kalo cara pikir kamu berubah setelah baca blog ini, it means kamu jg masuk dalam circle-of-influence-ku... Intinya, mereka yang ada di dalam circle of influence-ku, adalah orang2 yang secara langsung terpengaruh dengan tindakan2 yang aku lakukan. Misalnya, ketika aku dalam keadaan be-te ato bad mood (yang mana jarang sekali aku alami), secara otomatis orang2 di sekitar circle-of-influence itu akan ngerasakan hawa ke-be-te-an itu.

Kamu juga punya circle of influence. Keluarga kamu, jelas masuk dalam circle of influence. Artinya tindakan kamu itu, secara langsung memberi pengaruh terhadap keluarga kamu. Hal itu juga berlaku kebalikan... Kamu menjadi bagian dari circle of influence dari setiap anggota keluarga. Jadi misalnya, ada anak yang kecanduan narkoba, siapa yang harus disalahkan? Yang harus disalahkan adalah circle-of-influence yang mempengaruhi dia. Dia hidup di bawah pengaruh dari circle-of-influence yang menunjang tindakan tersebut. Dan gawatnya, dia juga punya circle-of-influence yang bisa ngasih pengaruh jelek ke orang2 di dalam circle-of-influence dia.

Nah, kalo kamu ketemu dengan koruptor yang dengan teganya mengkorupsi milyaran rupiah, yang harus disalahkan adalah pengaruh dari circle of influence-nya. Kalo kamu ketemu ma teroris yang tega meledakkan bom di keramaian, maka sekali lagi ada yang salah dengan circle-of-influence-nya. Kalo kamu ketemu ma cowok yang dengan tega mutus ceweknya demi cewek lain, well... kamu tau siapa yang harus disalahkan (dia berada dalam circle-of-influence yang salah).

Smakin besar circle-of-influence yang kamu miliki, semakin banyak orang yang masuk dalam circle-of-influence kamu, makin besar tanggung jawab kamu untuk ngasih pengaruh yang baik bagi dunia ini.

Ok, kalo dunia terlalu luas, start from ur own family. Jadilah seseorang yang bisa memberi pengaruh baik untuk keluargamu. Jangan salahkan ortu ato sodara2 kamu ketika kamu nggak berada di keluarga yang harmonis, ortu selalu bertengkar ato jarang ada komunikasi... Start from u! Jadilah anak yang bisa ngasih pengaruh agar keluarga kamu bisa jadi lebih baik. Gimana caranya? Macem2... Contoh gampangnya aku, it's not easy to make me angry. Susah sekali untuk membuat aku marah sampe mendamprat dan menyalahkan orang. Buat aku, marah itu nggak memberi pengaruh yang baik untuk orang2 di dalam circle-of-influence-ku. Jadi, aku lebih baik menjaga hati agar nggak marah. Gampang kan? Apapun yang kamu tau bahwa itu akan mempengaruhi secara negatif terhadap orang2 di circle-of-influence kamu, ya... just don't do.

Di lingkungan yang lebih luas, kamu isa memberi pengaruh untuk temen2 kamu. Kalo kamu punya temen2, ya kamu harus isa ngasih pengaruh yang positif untuk temen2 kamu. Ketika temen kamu ada masalah, kamu isa encourage dia. Ketika temen kamu musuhan satu dengan yang laen, kamu isa mendamaikan mereka. Ketika temen kamu lagi sedih, kamu isa memberikan sukacita buat dia. Itu kamu lagi influence the world to be a better place. Make a positive influence for ur circle-of-influence...!

Aku punya keinginan... Aku pingin dimanapun aku berada, aku isa influence people agar mereka jadi better person... Ya, I know... aku juga nggak perfect. Aku sadar itu... Pembawaan dari sifat plegmatis yang nggak mau tau urusan orang, nggak mau peduli ma orang lain, sering mendominasi... Apalagi ditambah sifat introvert yang nggak kepingin urusanku diketahui orang laen bikin aku jadi orang yang menutup diri ke orang laen... "You mind ur bussiness, I mind mine...! This is the seperate line, DO NOT CROSS...!" Dan, sometimes sifat itu bikin orang2 yang ada di circle-of-influence-ku terpengaruh secara negatif. Jadi aku terus berusaha untuk lebih sensitif terhadap orang lain dan lebih terbuka. Kalo aku ngeliat temenku yang biasanya ceria, lalu tiba2 keliatan murung, aku akan deketi dia en nanya, "Hei, kamu kok kliatan murung hari ini? knapa? ada yang isa aku bantu ta...?", aku belajar untuk lebih membuka diri bagi orang lain, berbagi pengalaman, encourage mereka ketika mereka down, menawarkan bantuan... Aku ingin isa punya pengaruh yang positif untuk orang lain. Aku juga berharap kamu juga punya keinginan (dan usaha) untuk bisa mempengaruhi orang2 di dalam circle-of-influence kamu menjadi better and better. Inget, orang2 yang ada di dalam circle-of-influence kamu itu, juga punya cirle-of-influence-nya sendiri, yang akan mempengaruhi circle-of-influence orang lain... Kalo dibikin union dari circle-of-influence dari orang2 di sekitar kamu, maka akan terbentuk circle-of-influence yang beranggotakan orang2 di seluruh dunia! What's that mean? Artinya apapun yang kamu lakukan BISA mempengaruhi dunia! Dimulai dari circle-of-influence kamu, lalu menyebar ke circle-of-influence dari orang2 yang berada di dalam circle-of-influence kamu, lalu menyebar lagi... lagi... lagi... dan the whole world will be impacted.

Jadi... slama kamu masih nginjak dunia ini, selama kamu menikmati matahari terbit, kamu punya circle-of-influence. Jangan pernah membuat circle-of-influence kamu ngasih pengaruh yang buruk untuk orang lain. Selalu berikan sukacita di dalam circle-of-influence, sehingga orang2 yang berada di dalam circle-of-influence kamu ngerasa nyaman dengan kamu. Kamu isa ngasih pengaruh yang positif ke mereka.

Btw, smua yang aku tulis di blog ini juga berusaha memberikan pengaruh yang positif untuk dunia ini (i try ya...). Ya mungkin, aku nggak secara langsung dengan kuat mempengaruhi orang2 yang ada di deketku, mungkin lewat blog ini aku isa influence the world to be a better world (hopefully).

Ayo, sama2 ngasih pengaruh positif untuk orang2 di dalam circle-of-influence... Setuju...?

[buat para editor: aku tau, kata baku untuk kata "mempengaruhi" adalah "memengaruhi" (misalnya "memerangi" bukan "memperangi", "memuja" bukan "mempuja", "memetik" bukan "mempetik"...). Tapi kalo pake "memengaruhi" kok kayak gak pas... jadi aku pake "mempengaruhi", yang mana nggak baku...]

No comments:

Post a Comment