Sunday, May 14, 2006

Crossroad (lagi...!)

Prolog:
Ngerasa ato nggak, hidup itu jadi asyik karena ada pilihan. Kalau kita nggak pernah punya pilihan, aku yakin hidup jadi hambar. Justru karena macam2 pilihan dalam hidup itu yang membuat kita berbeda (dan dibedakan) ma orang laen. This is about one of my crossroad yang harus aku ambil. Salah satu Keputusan-untuk-masa-depan-(yang-sulit) yang aku harus ambil. Ternyata, sampe kapanpun, kita nggak pernah berenti berhadapan dengan yang namanya crossroad, yang mana harus kita pilih beserta dengan segala konsekuensinya.

Malem minggu kemaren, skitar jam 21.30an (tanggal 13 Mei yang bertepatan dengan hari raya Waisak), kami berempat (para FCTs) menyusuri jalan untuk mengantarkan Budi yang hampir mati kelaparan karena belum makan malam. Sebenernya aku nggak terlalu lapar karena sorenya sempat makan All u can eat di Papa Ron's (dan menghabiskan "cuman" 6 slices). Aku juga sempet ke kost The-girl-who-has-initial-name-p (Tgwhinp) untuk ngambil kompie-nya yang mau aku cek di rumah (katanya sering nge-hang2 gitu).

Seperti yang aku tulis di blog yang ini, aku sudah LIBUUUR PANJANG. Tugas mengajar untuk tahun ajaran 2005/2006 sudah selesai (dan waktuku untuk menulis jadi berlimpah2, thanks God!). Ya, tugas ngajarnya cuman tersisa njaga sumatif yang cuman 2 hari doang. Pas dalam perjalanan malem minggu kemaren, kami ngobrol2 banyak hal.

Di tengah2 obrolan, aku sempet nyeletuk, "Aku dah libur panjang loh... Kayaknya aku nggak memperpanjang kontrak ngajar lagi untuk taon ini..." Sbenernya aku mengharapkan mereka curious, en nanya, "loh, terus rencanamu apa", ato "loh, knapa?", ato yaa... komentar2 seperti itulah. Tapi alih2 dikasi pertanyaan gitu, si Roy (yang besok ada acara tukar cincin ma tunangannya) malah dengan santainya ngomentari, "ah, taon lalu loe juga ngomong gitu..." Aku inget, taon lalu aku emang juga bilang hal yang sama, bahwa aku akan berenti ngajar. Tapi kenyataannya, aku memperpanjang kontrak setahun lagi dengan mengajar kelas X dan ya... aku belajar dan dapet pengalaman2 yang luar biasa selama1 tahun ini!

Sebenernya, mereka (para pejabat atas yang ngurus masalah kontrak kerja) itu nggak terlalu strict ma aku. Aku diberi kebebasan sepenuhnya untuk milih hari ngajar, milih kelas yang diajar, milih partner mengajar, milih mau ngajar berapa jam seminggu (bahkan sampe materi dan buku panduan, diserahkan ke aku...) Kurang apa coba? Mana ada sih kerja diberi pilihan kayak gitu? Mostly para pegawai nggak punya pilihan selain kerja dari Senin sampai Sabtu dengan jam kerja pagi sampe sore. (Mungkin karena keenakan sistem kerja seperti itu, aku sampe nggak pernah mau kerja di kantor).

Dan inilah crossroad-nya. Persimpangan jalan dengan dua tanda.
Yang pertama: Kembali ke skolah dan mengajar --> 1 tahun
Yang kedua: xjdfjduer kul sdfnvc nulis jdfe --> ?

Tanda yang kedua itu emang nggak isa terbaca dengan jelas. Tapi ada beberapa kata yang isa terbaca, yaitu "kul." dan "nulis". Itu yang aku lakukan kalo aku milih persimpangan jalan ke-2 (dengan catatan kalo aku diterima "di situ"). Dan, emang bener... selain kedua hal itu, aku nggak bisa baca en nggak bisa ngeliat apa yang akan aku hadapi kalo aku masuk ke jalan itu. Seperti masuk di sebuah hutan yang mana aku nggak pernah ke sana sebelumnya. Kalo milih jalan pertama, aku bisa ngeliat dengan jelas apa yang aku hadapi. Aku sudah apal di mana lobang jalannya, di mana tempat istirahatnya, di mana tanjakannya, di mana jalan yang curam... I've passed this road for 8 yrs!

Dan aku harus milih... Ok2, nggak ada episode Who wants to be a millionare lagi. Aku akan just do it. Seperti yang perna aku tulis di K-U-M-D ini, bahwa milih crossroad itu bukan masalah bener ato salah. Hanya masalah mindset aja. Kalo kita isa enjoy dengan apa yang udah dipilih, it means itu keputusan yang bener... Tapi kalo kita nggak pernah enjoy dengan apa dipilih, ya saat itu aku tau bahwa itu keputusan yang salah.

[buat aku deh, apapun keputusan yang aku ambil, I'll enjoy it!]

No comments:

Post a Comment